Kendalikan Spesies Invasif, DKP DIY Gerebek Ikan Sapu-Sapu di Bantul
Yoseph Hary W May 08, 2026 12:04 AM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  -  Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DI Yogyakarta bersama DKP Kabupaten Bantul dan jajaran terkait menggerebek ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (7/5/2026).

Kepala DKP DIY, Sulistio Hermawan, berujar, potensi perairan umum daratan di DIY relatif cukup banyak. Namun, terdapat tantangan dikarenakan sungai saat ini banyak terindikasi ikan invasif, terutama jenis ikan sapu-sapu.

Populasi ikan lokal terancam predator

"Ikan ini sebagai ikan predator sekaligus juga predator alami sangat jarang dan daya hidupnya sangat tinggi, oleh karena itu dari waktu ke waktu ikan ini sangat mendominasi di perairan kita, termasuk di perairan Kalibayem ini," ucapnya.

Di sisi lain, populasi ikan lokal saat ini mulai mengalami penurunan. Tak heran jika penggerebekan ini menjadi langkah tegas untuk memberantas atau mengendalikan pergerakan ikan invasif berupa ikan sapu-sapu.

Jaga kelestarian ikan lokal

Melalui penggerebekan ikan sapu-sapu, pihaknya ingin bisa menjaga kelestarian ikan lokal. Namun, pihaknya berharap kepada instansi untuk memantau kondisi kelayakan ikan sapu-sapu, bisa atau tidak dikonsumsi.

"Harapannya dengan penggerebekan ikan sapu-sapu ini, tentu bisa dilanjutkan oleh teman-teman dari fakultas biologi maupun fakultas perikanan untuk bisa melihat, mengevaluasi kondisi ikan kita. Apakah ikan sapu-sapu yang hidup di perairan ini masih bisa layak dikonsumsi atau tidak," ujar dia.

Apabila hasilnya aman untuk dikonsumsi, maka diharapkan ada kegiatan lanjutan bagaimana memanfaatkan ikan sapu-sapu menjadi produk pangan yang bermanfaat maupun menjadi produk pakan budidaya ikan.

"Namun demikian, ketika ini nanti ikan yang sudah tercemar dan memiliki potensi risiko untuk dikonsumsi, tentu ini menjadi penanda awal bagi kita untuk bagaimana mengantisipasi tidak mengonsumsinya," urainya.

Sementara itu, Kepala DKP Kabupaten Bantul, Istriyani, mengaku masih menunggu laporan dari tim lapangan yang membersamai grebek ikan sapu-sapu terkait jumlah total ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.

"Yang jelas, ikan sapu-sapu yang ditangkap langsung dikubur karena sudah dalam kondisi mati," tutup dia.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.