TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Satu keluarga di Kampung Cimaboran, RT 04/01, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor terus dibayangi ancaman longsor yang berdampak ke rumah tinggal mereka.
Satu keluarga ini berjumlah empat orang, dan sebagian rumah yang mereka huni sudah rusak karena longsor.
Jika terjadi longsor susulan, kemungkinan kerusakannya akan bertambah.
Dalam foto dari BPBD terkait kondisi rumah korban, Kamis (7/5/2026), terlihat rumah warga ini bereda di dekat jurang.
Beberapa dinding rumah sudah hilang karena ambrol.
Petugas BPBD pun sampai berhati-hati ketika menginjakan kaki di dekat dinding rumah yang ambrol tersebut.
Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, rumah tersebut terdampak longsor pada 5 Mei 2026 kemarin.
Namun hingga Kamis (7/5/2026), kondisinya masih mengkhawatirkan.
"Untuk tanah yang longsor belum diperbaiki," kata Adam dalam keterangannya, Kamis.
"Apabila hujan deras kembali mengguyur, dikhawatirkan longsoran akan bertambah besar," katanya.
Longsor tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 15 meter.
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan kontur tanah yang labil sehingga terjadi tanah longsor dan berdampak pada bagian ruangan tamu," katanya.
Beruntung tak ada laporan korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini.
Penghuni rumah sementara ini tidak mengungsi, namun mereka diminta waspada jika hujan deras kembali mengguyur.
Untuk sementara, kata Adam, dibutuhkan terpal untuk menutup area langsor sebagai mitigasi darurat mencegah air hujan meresap ke tanah area longsor sebagai antisipasi longsor susulan.