Insiden truk bermuatan penuh mogok di tengah perlintasan kereta api terjadi di Madiun, Kamis (7/5/2026) malam.
Beruntung kejadian sampai terjadi kecelakaan kereta api seperti di Blitar tidak terjadi dalam insiden di Madiun ini.
Hanya saja, perjalanan Kereta Api BIAS (Bandara Internasional Adi Soemarmo) sempat terganggu selama 36 menit.
Hal itu karena sebuah truk bermuatan batu bata putih mogok tepat di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) Jalan S. Parman, Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Kamis (7/5/2026) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat truk yang dikemudikan Farid Setiawan melaju dari arah Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan S. Parman atau dari arah utara ke selatan masuk Kota Madiun.
Saat melintas di tengah rel kereta api, truk mendadak mogok setelah mengalami patah as gardan roda belakang.
Kendaraan besar itu pun berhenti tepat di atas perlintasan dan menyebabkan kemacetan di ruas jalan nasional tersebut.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan posisi truk berada di jalur antara Stasiun Madiun dan Stasiun Babadan sehingga sempat mengganggu operasional perjalanan kereta api sebelum akhirnya truk bisa dievakuasi pada pukul 20.50 WIB.
"Dalam hal ini Kereta Api BIAS yang menuju arah Caruban sempat terganggu selama 36 menit karena harus dilakukan langsir dan dialihkan melalui jalur sebelahnya,” ujar Tohari.
Meski demikian, Tohari memastikan tidak ada kereta api jarak jauh yang mengalami keterlambatan karena jalur lain masih dapat digunakan.
"Untuk kereta api jarak jauh syukur alhamdulillah tidak ada dampak, karena jalur dari arah timur masih siap operasi sehingga tetap bisa dilewati. Kebetulan dari arah barat itu hanya KA BIAS yang sedang akan melintas," jelasnya.
Proses evakuasi truk berlangsung cukup sulit.
Awalnya, petugas KAI bersama kepolisian mencoba menarik truk menggunakan kendaraan derek milik Dinas Perhubungan Kota Madiun.
Namun upaya tersebut gagal karena kondisi as gardan yang patah membuat bagian bawah kendaraan menancap ke aspal.
Evakuasi akhirnya berhasil setelah didatangkan alat berat loader untuk mengangkat sekaligus mendorong truk keluar dari jalur rel.
"Tadi di awal sudah dicoba menggunakan truk derek, namun ternyata tidak berhasil. Setelah dicek, truk mengalami patah as gardan sehingga ada bagian yang menancap ke aspal. Akhirnya didatangkan loader dari arah belakang untuk diangkat dan didorong," terang Tohari.
Truk akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 20.50 WIB dan jalur kereta api kembali dinyatakan aman untuk dilalui.
Tohari juga mengungkapkan adanya indikasi truk mengalami kelebihan muatan, meski penyebab pasti patahnya as gardan masih belum dipastikan.
"Ada indikasi seperti itu (kelebihan muatan), namun yang pasti tadi ada as yang patah," ujarnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada kerusakan pada fasilitas rel kereta api karena proses evakuasi dilakukan dengan cara mengangkat kendaraan.
"Syukur alhamdulillah tidak ada kerusakan pada rel, karena proses evakuasi dilakukan dengan diangkat sehingga tidak sampai terjadi pergeseran ataupun kerusakan," pungkasnya.