Malaysia Ogah Jual Stok BBM dari Selat Hormuz ke Sesama Negara ASEAN
Nuryanti May 08, 2026 07:34 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjual pasokan minyak negaranya kepada sesama anggota ASEAN lainnya.

Hal ini menjadi sorotan mengingat beberapa waktu lalu kapal tanker milik Petronas yang sempat tertahan di Selat Hormuz berhasil kembali ke Malaysia dengan membawa 1 juta barel minyak mentah.

Adapun kebijakan untuk tidak menjual stok BBM ke sesama negara ASEAN ini dikarenakan Malaysia masih harus mengimpor minyak mentah dalam jumlah yang besar setiap harinya.

Meski beruntung memiliki status sebagai salah satu negara penghasil minyak, Johari menjelaskan bahwa pada dasarnya Malaysia masih dianggap sebagai importir bersih atau net oil importer.

Melansir dari Bernama, Malaysia diketahui harus mendatangkan sekitar 400.000 barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

"Karena kami masih mengimpor sekitar 400.000 barel sehari, kami tidak dapat menjual," ungkap Johari kepada wartawan saat ditanya apakah ada negara ASEAN yang mendekati Malaysia untuk membeli minyak di tengah krisis pasokan global saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN ke-27 serta Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri dan Ekonomi ASEAN.

Meski berstatus sebagai importir untuk minyak mentah, Johari mencatat bahwa untuk komoditas gas alam cair (LNG), Malaysia masih merupakan eksportir bersih.

"Surplus yang kami miliki dari LNG dapat membantu meredam defisit minyak mentah," jelasnya.

kapal malaysia  f
kapal malaysia f (Tribunnews.com/Foto tangkapan layar)

Lebih lanjut, Johari memberikan jaminan bahwa pemerintah Malaysia saat ini masih mampu mempertahankan harga bensin RON95 di angka RM 1,99 per liter atau sekitar Rp 8.846,57.

Ia menambahkan bahwa meskipun Malaysia ikut terdampak oleh konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, imbas dari situasi tersebut sejauh ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

"Kami berharap perang tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, tetapi tidak ada yang bisa mengatakan kapan," pungkas Johari.

Baca juga: Media Malaysia Soroti Indonesia Borong Drone Tempur dari Turki: RI Beralih ke Teknologi Siluman

Stok BBM dari Selat Hormuz

Kekhawatiran mengenai stok BBM Malaysia sebelumnya telah teratasi menyusul pengumuman dari Petroliam Nasional Bhd (Petronas) terkait kedatangan kapal tanker mereka yang sempat terperangkap di Selat Hormuz akibat konflik di Iran

Hal tersebut dikonfirmasi pada 18 April 2026 melalui pernyataan Petronas yang mengonfirmasi bahwa kapal tanker Ocean Thunder telah berhasil bersandar di pelabuhan Malaysia.

Kapal ini membawa muatan strategis berupa satu juta barel minyak mentah (setara 159 juta liter) yang diangkut langsung dari Basrah, Irak. 

Muatan tersebut kemudian melewati proses pemurnian di kilang penapisan selama sekitar enam hari.

Hasil pengolahan ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar 62-64 juta liter diesel, 45-48 juta liter bensin, serta 22-24 juta liter bahan bakar pesawat (avtur).

Selain itu, proses ini juga akan memproduksi sekitar 5-6 juta liter LPG dan produk sampingan lainnya.

Baca juga: Ratusan Pelajar Indonesia Menembus Batas Negara, Berbaur dengan Siswa Malaysia Dalam Keberagaman

Stok BBM Malaysia Aman hingga Juni 2026

Melalui kedatangan pasokan terbaru ini, Petronas menjamin bahwa stok energi nasional akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir Juni 2026.

Proyeksi ini lebih panjang dari target sebelumnya yang hanya mencapai akhir Mei.

Pihak manajemen menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga stabilitas di tengah situasi global yang dinamis.

"Ini adalah bagian dari jaringan pasokan yang luas, salah satu upaya PETRONAS dalam memastikan pasokan bahan bakar negara di Malaysia tetap stabil," terang pihak Petronas dalam pernyataan resminya.

Petronas sendiri menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan BBM di Malaysia melalui anak perusahaannya, Petronas Dagangan Bhd, sementara sisanya disokong oleh perusahaan minyak lain.

Meski pasokan mulai stabil dan harga bensin RON95 dijamin tetap pada angka RM 1,99 per liter , masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam mengonsumsi energi.

Petronas meminta warga membeli bahan bakar sesuai kebutuhan sehari-hari guna menghindari tindakan penimbunan atau pembelian panik (panic buying).

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.