SPMB SMP 2026 di Denpasar, Siswa Bisa Pilih 3 Sekolah lewat Jalur Domisili dan Afirmasi
Ida Ayu Suryantini Putri May 08, 2026 07:37 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Denpasar dimulai bulan Juni hingga awal Juli 2026.

Dari empat jalur, dua jalur SPMB SMP  yakni Jalur Domisili dan Jalur Afirmasi, untuk calon murid atau siswa diberikan kesempatan untuk memilih maksimal 3 sekolah dari 17 SMP Negeri yang tersedia. 

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengungkapkan, untuk jalur domisili, dalam seleksinya menggunakan jarak udara dari alamat tempat tinggal ke sekolah tujuan. 

"Apabila ditemukan beberapa calon murid memiliki jarak yang sama pada batas kuota terakhir, maka pihak sekolah akan memprioritaskan calon murid yang memiliki usia lebih tua," kata Wiratama, Kamis, (7/5).

Baca juga: Siswa Bisa Pilih 3 Sekolah pada Jalur Domisili dan Afirmasi SPMB SMP 2026 di Denpasar Bali

Lalu untuk Jalur Afirmasi, jika calon murid dinyatakan tidak lolos, mereka diberikan kesempatan untuk mendaftar kembali melalui Jalur Domisili. 

Selain itu, jika terdapat sisa kuota pada jalur afirmasi, maka kuota tersebut akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan Jalur Domisili.

Selain itu, untuk SPMB SMP ini juga disiapkan kuota untuk hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 5 persen dari total daya tampung.

"Tahun ini, kami akomodir juga hasil TKA siswa sebesar 5 persen. Itu masuk ke Jalur Akademik pada kategori prestasi akademik," katanya.

Untuk pendaftar kategori akademik TKA ini, calon murid hanya boleh memilih satu sekolah dari 17 SMP Negeri.

Baca juga: ASTAGA, Dari Saling Tatap Berujung Sayatan Pisau, Remaja SMP Terlibat Penganiayaan di Nusa Penida!

Apabila jumlah nilai sertifikat TKA murid sama, maka ditentukan berdasarkan nilai tertinggi pada mata pelajaran dengan urutan pertama Bahasa Indonesia dan kedua Matematika.

"Apabila nilai kedua mata pelajaran sama, maka kami memprioritaskan calon murid dengan usia yang lebih tua," katanya.

Apabila saat seleksi, calon murid tidak lolos pada Jalur Prestasi, maka dapat mendaftar kembali pada Jalur Domisili atau Jalur Afirmasi. Dan jika masih terdapat sisa daya tampung, maka kuota diisi oleh calon murid Jalur Domisili. 

Sementara itu, untuk SPMB tahun ini sama dengan tahun lalu dengan menggunakan empat jalur dengan total daya tampung 5.960 siswa yang terbagi ke dalam 149 kelas.

Baca juga: SMP di Buleleng Terapkan Kurikulum Anti Narkoba, Materi Pencegahan Narkoba Masuk Ruang Kelas

Jalur Domisili dengan kuota 40 persen atau 2.379 siswa, Jalur Afirmasi 20 persen atau 1.192 siswa. Jalur Prestasi 35 persen dengan rincian kategori akademik 10 persen atau 596 siswa, yang terbagi menjadi umum 5 persen atau 298 siswa dan TKA 5 persen atau 298 siswa.

Lalu kategori non-akademik 25 persen dengan pembagian olahraga 10 persen atau 596 siswa, seni 5 persen atau 298 siswa, Pesta Kesenian Bali 5 persen atau 298 siswa. Lalu bahasa Bali 2 persen atau 117 siswa, Utsawa Dharma Gita 1 persen atau 62 siswa, Puja Tri Sandya 1 persen atau 62 siswa, dan pramuka 1 persen atau 62 siswa.

Dan jalur keempat yakni Jalur Mutasi 5 persen atau 298 siswa yang piperuntukkan bagi perpindahan tugas orang tua/wali. Pelaksanaan SPMB untuk SMP Negeri ini dilakukan di 17 SMP dengan daya tampung total 5.960 orang. Sementara itu, untuk lulusan SD yang akan melanjutkan SMP tahun 2026 ini sebanyak 13.246 siswa. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.