Pengakuan Santriwati Korban Ashari Kiai Cabul Pati, Diminta Temani Tidur, Dalih Obati Penyakit Hati
ninda iswara May 08, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Akhirnya, seorang mantan santriwati Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati berani membuka suara terkait dugaan kasus yang melibatkan Kiai Ashari.

Perempuan tersebut menggunakan nama samaran Tari dan mengaku pernah menjadi korban dalam peristiwa yang ia sebut sebagai kebejatan Kiai Ashari.

Setelah enam tahun memilih diam, Tari akhirnya memutuskan untuk melaporkan Ashari ke pihak kepolisian.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya, melainkan bagian dari puluhan santriwati yang diduga mengalami hal serupa.

Dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, Tari menceritakan awal mula kejadian yang ia alami saat masih di lingkungan pesantren.

Peristiwa itu terjadi ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 9 SMP dan mulai dekat dengan Kiai Ashari.

Baca juga: Akhir Pelarian Ashari Kiai Cabul di Pati, Kabur Dibantu Sopir, Beri Rp 150 Juta, Ngotot Tak Bersalah

Saat itu, ia diminta secara tiba-tiba untuk memijat pemilik pondok pesantren tersebut.

Setelah kejadian tersebut, Tari mengaku wajahnya dicium oleh Kiai Ashari.

Ia menyebut bahwa tindakan mencium perempuan di lingkungan pesantren dianggapnya sebagai kebiasaan yang kerap terjadi saat itu.

Menurut pengakuannya, hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang kemudian ia simpan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berani bersuara.

"Awal mulanya disuruh mijetin. Terus dicium. Kalau udah selesai kan pamitan, terus dicium (pipi kanan kiri bibir), di situ biasa, kalau sudah ndalem sama pak Kiai biasa. Tapi kalau santri biasa cuma salam tangan," ungkap Tari.

Seiring berjalannya waktu, Tari tak cuma disuruh memijat Ashari saja.

Ia juga diminta beberapa kali menemani sang Kiai berziarah hingga datang ke acara sholawatan.

Di situlah Tari mendapatkan perlakuan tak biasa yakni disuruh menemani Kiai Ashari tidur di kamar.

"Berjalannya seiring waktu, terus bertahap, sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu," pungkas Tari.

"Pas ziarah enggak ada perbuatan aneh-aneh?" tanya Denny Sumargo alias Densu.

"Kalau abis ziarah sama sholawatan, biasanya langsung diajak nemenin tidur. Enggak sampai berhubungan sih," ujar Tari.

"Tidur maksudnya tidur satu kamar? lah dalilnya apa?" tanya Densu penasaran.

"Kalau kesannya itu, katanya, di sana kan ada guru torikoh, bilangnya disuruh guru torikoh itu, ini bagian dari nyembuhin sakit," jawab Tari.

Terkejut mendengar cerita Tari, Densu pun kembali bertanya.

Hingga Tari pun blak-blakan soal alibi Ashari nekat mengajak santriwatinya tidur bareng di kamar.

Kata Tari, Ashari menyebut bahwa dengan tidur bareng dengannya, penyakit iri dengki di hati Tari bisa sembuh.

"Lah emangnya kamu sakit?" tanya Densu.

"Katanya gitu, saya banyak iri, saya banyak penyakit dalam, semacam iri dengki, banyak fitnah," ujar Tari.

"Oh jadi ceritanya dia melihat kamu, terus dia menerawang," pungkas Densu.

"Iya. (Kata kiai) 'kamu itu banyak sakitnya, kamu itu iri dengki, obatnya gini'," ucap Tari.

"Oh obatnya tidur bareng?" tanya Densu.

"Iya, salah satu obat. Aku enggak nangkepnya gimana gimana. Cuma aku mikir 'emang aku seburuk itu'. Kadang mau kadang menolak juga. Takut sih pak, aku enggak pernah tidur beneran, cuma merem aja," ungkap Tari.

Setelah sering diajak tidur bareng, Tari pun kian syok saat diminta melakukan hal menjijikan.

Yaitu Tari disuruh memasukkan alat kelamin Ashari ke mulutnya.

Lagi-lagi, Ashari mengurai alasan aneh agar santriwatinya melakukan hal tak senonoh tersebut.

"Pernah satu kejadian pak Kiai sampai bilang disuruh emut (alat kelamin), biar nanti ada darah daging di tubuh saya," ungkap Tari.

"Inisial A ini keinginanya itu memasukkan alat kelaminnya di mulut, ditelan, agar diakui nabi dan umat dan guru torikohnya," sambung pengacara Tari.

Baca juga: Modus Ashari Cabuli Santriwati di Pati, Doktrin hingga Minta Dipijit Korban, Dilakukan Sejak 2020

POLISI TANGKAP ASHARI - Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat.
POLISI TANGKAP ASHARI - Polisi pada Kamis (7/5/2026) berhasil menangkap Ashari (berjaket kulit), pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan. Sosok kiai yang diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat. (TribunJateng.com/Mazka Hauzan | Istimewa)

Pelaku ditangkap

Sementara itu, sang pelaku yakni Kiai Ashari kini resmi ditangkap.

Sebelumnya, Ashari sempat diamankan dari pondok pesantren usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

Namun setelah ditangkap, Ashari dilepaskan meskipun berstatus tersangka.

Saat dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan, Ashari justru melarikan diri. 

Polisi akhirnya melakukan pengejaran hingga berhasil melacak keberadaannya di wilayah Wonogiri. 

Tersangka diamankan tanpa perlawanan di area Masjid Agung Purwantoro, Wonogiri. 

“Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak untuk bersembunyi," kata Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Atas kelakuan bejatnya, Ashari terancam dijerat sejumlah pasal berlapis, di antaranya Undang-Undang Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta pasal persetubuhan terhadap anak dalam KUHP.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.