Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok
TRIBUNPALU.COM, PALU – Aliansi Buruh Rakyat Bersatu menyoroti praktik outsourcing dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di kawasan industri Kabupaten Morowali, termasuk PHK terhadap 80 karyawan di PT Rumah Sejahtera Jaya (RSJ).
Sorotan tersebut disampaikan dalam konferensi pers digelar di Sekretariat Yayasan Tanah Merdeka, Kamis (7/5/2026).
Koordinator lapangan aksi sekaligus anggota Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM), Fajar, mengatakan hingga kini belum ada langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terkait persoalan ketenagakerjaan mereka soroti sejak aksi Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 lalu.
Baca juga: KPID Sulteng Dorong Pengawasan Siaran dan Sistem Peringatan Dini Bencana di Sigi
“Selain PT GNI yang melakukan PHK, salah satu perusahaan bernama PT Rumah Sejahtera Jaya yang berada di kawasan IMIP Morowali juga melakukan PHK sebanyak 80 karyawan,” ujar Fajar.
Menurutnya, praktik outsourcing dan PHK massal menjadi persoalan serius yang harus segera mendapat perhatian pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi para pekerja dan keluarganya.
Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan tindak lanjut nyata terhadap tuntutan kaum buruh disampaikan saat aksi May Day di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.
Dalam konferensi pers tersebut, BURASA juga menegaskan akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah agar lebih serius menangani persoalan buruh di Sulawesi Tengah.
Fajar menyebut saat ini pihaknya masih melakukan konsolidasi internal untuk mematangkan tuntutan dan pergerakan massa aksi.
Baca juga: AS Serang Beberapa Tempat di Iran, Selat Hormuz Kembali Panas, Gencatan Senjata Batal?
Aliansi BURASA menilai pengabaian terhadap tuntutan buruh mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap perlindungan hak-hak pekerja di daerah industri, khususnya di kawasan IMIP Morowali. (*)