Viral Harga Asli Pertalite Rp16 Ribu per Liter, Pertamina Jelaskan Soal Subsidi BBM
Dhita Mutiasari May 08, 2026 12:31 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Viral di media sosial soal harga Pertalite setelah beredar video struk pembelian BBM yang menunjukkan “harga asli” Pertalite mencapai Rp16.088 per liter sebelum subsidi pemerintah.

Publik lantas ramai memperdebatkan karena angka itu dinilai lebih mahal dibanding harga Pertamax non-subsidi.

Saat ini informasi mengenai harga Pertalite hari ini banyak dicari masyarakat, terutama setelah harga sejumlah BBM non-subsidi mengalami kenaikan sejak 4 Mei 202 lalu.

Apalagi di tengah lonjakan harga BBM nonsubsidi, harga Pertalite hari ini dipastikan masih tetap dan belum mengalami perubahan.

PT Pertamina (Persero) buka suara terkait ramai di media sosial (medsos) membahas perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan Pertamax.

• ‎Bukan Solar Langka, Nelayan Ketapang Sebut Rekomendasi BBM Subsidi Lambat Terbit

Pembahasan bermula dari unggahan di media sosial, salah satunya di Threads, yang menunjukkan struk pembelian BBM di salah satu SPBU Pertamina yang menampilkan rincian harga asli Pertalite.

Pada struk tertera bahwa pembeli hanya perlu membayar Rp 10.000 per liter dari harga asli Pertalite yang mencapai Rp 16.000-an per liter.

Artinya, sekitar Rp 6.000 di setiap liternya disubsidi oleh pemerintah.

Harga asli Pertalite pun memicu pertanyaan publik karena terlihat lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax saat ini yang berada di kisaran Rp 12.300 per liter, seperti di wilayah Jabodetabek.

Padahal Pertamax memiliki RON 92, lebih tinggi kualitasnya dari Pertalite yang memiliki RON 90.

Dalam struk tersebut tertulis:

Harga dasar Pertalite: Rp16.088/liter

Subsidi pemerintah: Rp6.088/liter

Harga jual ke masyarakat: Rp10.000/liter

Video itu kemudian memicu banyak komentar warganet yang mempertanyakan mekanisme subsidi BBM dan logika harga antara Pertalite dan Pertamax.

Sementara itu, hingga April–Mei 2026, harga resmi Pertalite di SPBU Pertamina masih tetap Rp10.000 per liter dan belum mengalami kenaikan nasional.

Isu ini menjadi viral karena banyak masyarakat menganggap Pertalite (RON 90) seharusnya lebih murah dari Pertamax (RON 92), ada kebingungan antara harga subsidi dan harga keekonomian BBM dan publik menilai transparansi perhitungan subsidi perlu dijelaskan lebih detail.

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun memberikan klarifikasi terkait perbedaan nilai keekonomian dan harga jual BBM di SPBU.

Ia menjelaskan Pertamax sebenarnya tergolong Jenis BBM Umum (JBU) yang harganya mengikuti fluktuasi pasar dan tidak mendapatkan subsidi.

Namun, Pertamina tidak melakukan penyesuaian harga Pertamax sejak 1 April 2026.

Pertamina memilih menahan harga Pertamax tetap Rp 12.300 per liter di tengah BBM nonsubsidi lainnya mengalami kenaikan harga imbas melonjaknya harga energi global akibat perang di Timur Tengah.

Menurut Roberth, hal itu dilakukan demi menjaga kondisi dalam negeri agar tetap kondusif dan stabil. Keputusan itu diambil setelah pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina selaku badan usaha milik negara (BUMN).

"Pemerintah berkordinasi dengan Pertamina agar tidak dilakukan penyesuaian harga per 1 April 2026. Kenapa? Karena Pertamax ada untuk digunakan juga bagi masyarakat menengah yang mampu. Sementara (Pertamax) Turbo dan lain-lain adalah untuk yang menegah ke atas (kaya)," jelasnya dalam keterangan kepada media, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, jika harga Pertamax merujuk pada nilai keekonomian yang sebenarnya, maka harganya dipastikan jauh lebih tinggi dibandingkan harga Pertalite tanpa subsidi.

Roberth pun memberikan gambaran melalui perbandingan harga produk lain. Saat BBM nonsubsidi belum mengalami penyesuaian, harga Pertamax yang berada di angka Rp 12.300 per liter hanya selisih sedikit dengan Pertamax Turbo yang seharga Rp 13.100 per liter.

Namun, ketika saat ini harga Pertamax Turbo sudah naik menjadi seharga Rp 19.900 per liter, maka masyarakat dapat memperkirakan berapa sebenarnya estimasi harga asli Pertamax jika tidak ada intervensi.

"Jika Pertamax mengacu harga keekonomian yang seharusnya, maka harganya akan jelas lebih mahal dari Pertalite tanpa subsidi. Nah ini yang kadang missed, terlupakan bahwa harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah didalamnya dan juga pertamina," jelas Roberth.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebijakan pemberian subsidi BBM sudah melalui kajian mendalam oleh pemerintah. Subsidi difokuskan hanya pada Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yaitu Pertalite, karena paling banyak digunakan masyarakat.

Tujuan utama pemberian subsidi Pertalite adalah menjaga kestabilan nasional, khususnya dalam mempertahankan daya beli masyarakat dan memastikan roda perekonomian tetap berjalan, terlebih di tengah tekanan harga energi global.

"Pemberian subsidi adalah untuk menjaga kestabilan nasional dari sisi menjaga daya beli dan roda perekonomian masyarakat," pungkas Roberth.

Daftar harga BBM terbaru Mei 2026

Sementara harga Pertalite tetap stabil, sejumlah BBM non-subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan.

Berikut update harga BBM terbaru di wilayah Jawa, Bali, dan sekitarnya per 4 Mei 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Pertamax: Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 19.900 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
  • Dexlite: Rp 26.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 27.900 per liter

Meski demikian, perlu dicatat bahwa harga BBM di setiap daerah bisa berbeda karena dipengaruhi pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan biaya distribusi.

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.