Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Giri Marhara seorang aktivis lingkungan sudah tidak asing lagi didengar terutama warga yang kerap beraktifitas di Danau Situ Gede Cifor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Hara sapaan akrabnya, sejak tahun 2013 mengabdikan dirinya untuk menjaga kebersihan Danau Situ Gede.
Menggunakan perahu kano, ia menyusur setiap sudut danau dan memungut sampah di aliran air.
Alat capit ia simpan dipunggungnya dan sampah diangkut menggunakan dayung kano miliknya.
Sampah langsung dimasukan ke dalam keranjang plastik.
Keranjang plastik ia simpan di ujung kano miliknya.
“Kalau kegiatan di danau itu dari tahun 2021 dan di air dari tahun 2023. Kalau untuk pegiat lingkungan sejak tahun 2013 atau sejak saya SMP,” kata Hara kepada TribunnewsBogor.com di Situ Gede, Jumat (8/5/2026).
Kondisi Danau Situ Gede membuat Hara terus fokus untuk memungut sampah dan bahkan saat ini mengelolanya.
Jika hujan deras, sampah-sampah sudah pasti banyak sedangkan kering danau ini terlihat banyak lumut.
Sampah-sampah ini menurutnya sangat mengganggu ekosistem yang ada di danau ini.
Baca juga: Danau Situ Gede Cifor Bogor Penuh Sampah, Dedie Rachim dan Kemendagri Berkeliling Pakai Perahu Karet
Sebagai masyarakat setempat, Hara merasa memiliki tanggung jawab yang lebih untuk menjaga lingkungannya.
Menurutnya siapa lagi yang mau peduli jika tidak aksi untuk memulai.
Apalagi danau ini lokasinya di Kota Bogor. Kata Hara, sangat disayangkan jika tidak merawat dan menjaga.
“Baru ketika kita ingin mencari inspirasi, jejaring, kita main ke luar. Tapi, tanggung jawab lingkungan ya kita lingkungan sekitar dulu. Apalagi saya asli sini,” ujarnya.
468 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam waktu 20 hari oleh Hara dan tim kecil yang dibentuknya.
Sampah-sampah yang didapatkan kebanyakan sampah-sampah organik yang memang langsung di daur ulang atau diolah kembali.
Sisa sampah sebanyak 30 persen langsung diangkut ke TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Ia berharap, masyarakat sekitar semakin sadar dan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
“Kalau kita lalai itu merupakan tanggung jawab kita untuk membetulkannya. Karena kalau bicara kegiatan ini adalah kegiatan yang sifatnya relawan. Kalau bukan kita siapa lagi,” tandasnya.