Hari Keenam Pencarian, Pria 32 Tahun Hilang di Salubulu Pasangkayu Belum Ditemukan
Abd Rahman May 08, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Upaya pencarian terhadap Syamsul (32), warga yang dilaporkan hilang di wilayah Dusun Salubulu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terus dilakukan hingga Jumat (8/5/2026).

Memasuki hari keenam pencarian, tim gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sejak pagi, tim BPBD Pasangkayu kembali melakukan penyisiran di area hutan dan kebun di Lingkungan Salubulu, tepat di sekitar lokasi terakhir korban terlihat sebelum dinyatakan hilang.

Baca juga: 1.079 Hektare Hutan di Sulbar Terbakar Sepanjang 2025, KPH Mapilli Perketat Patroli

Baca juga: Lowongan Kerja Lulusan SMA hingga S1 untuk Wilayah Mamuju, Kesempatan Berkarir Profesional di Bank

Suasana pencarian tampak dipenuhi semak belukar dan jalur kebun yang cukup sulit dilalui.

Sejumlah personel tampak menyusuri jalan setapak, memeriksa area perkebunan warga hingga masuk ke kawasan hutan yang berada tidak jauh dari rumah kebun korban.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com mengatakan, pencarian sebelumnya sempat difokuskan ke wilayah Kecamatan Tikke Raya.

Hal itu dilakukan setelah tim menerima informasi dari warga yang mengaku melihat seseorang dengan ciri-ciri menyerupai korban.

“Beberapa hari lalu pencarian kami arahkan ke wilayah Tikke Raya karena ada laporan warga yang melihat seseorang diduga korban,” ujar Arhamuddin.

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, orang yang ditemukan ternyata bukan Syamsul.

“Setelah kami datangi, ternyata orang yang dimaksud berbeda. Orang yang kami temukan merupakan ODGJ,” jelasnya.

Arhamuddin mengatakan, pada hari keenam pencarian ini, tim gabungan masih terus menyisir sejumlah titik di sekitar Salubulu dan area perkebunan warga.

Operasi pencarian melibatkan BPBD Pasangkayu, Basarnas, TNI, Polri, aparat desa hingga masyarakat setempat yang ikut membantu melakukan penyisiran.

Menurut informasi keluarga, korban diduga memiliki riwayat gangguan mental.

Korban juga disebut sudah tiga kali dilaporkan hilang sebelumnya, namun selalu berhasil ditemukan dalam waktu singkat.

“Kalau kejadian hilang sebelumnya, korban masih cepat ditemukan. Baru kali ini pencariannya sampai berhari-hari dan belum ditemukan,” katanya.

Pihak keluarga bersama tim gabungan berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Adapun kronologi hilangnya korban bermula saat Syamsul pergi ke kebun pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 17.30 WITA di rumah kebunnya di wilayah Dusun Salubulu.

Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat dan BPBD Pasangkayu untuk dilakukan pencarian.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.