Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Antusiasme warga menyelimuti Desa Margasari, Kuala Penet, Kecamatan Labuhan Maringgai, saat Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja pada Jumat (8/5/2026).
Kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu untuk meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sekaligus berdialog dengan masyarakat pesisir.
Sepanjang jalan desa, ratusan siswa bersama para guru berbaris menyambut iring-iringan Wapres sambil mengibarkan bendera Merah Putih.
Kunjungan tersebut menjadi momen emosional bagi warga setempat.
Salah seorang warga Desa Margasari, Ibu Fitri, mengaku gugup sekaligus antusias menanti kedatangan Wapres.
“Perasaannya deg-degan! Saya kepingin teriak: Bapak! Kalau ketemu saya mau nyampein, Bapak, I love you!” ujarnya sambil tertawa.
Hal serupa disampaikan Ibu Budiarsah yang sudah menunggu di lokasi sejak pukul 06.00 WIB.
Meski harus menanti berjam-jam, ia mengaku bersyukur desanya dikunjungi pemimpin pusat.
Dalam kesempatan itu, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait kerusakan jalan poros desa yang dinilai cukup parah.
Selain itu, warga menyampaikan keluhan para nelayan mengenai pendangkalan akses keluar-masuk perahu akibat timbunan pasir yang menyebabkan kapal kerap kandas.
Menanggapi hal tersebut, Gibran menyatakan pemerintah telah memetakan kebutuhan mendasar masyarakat pesisir.
“Biasanya yang diminta ini ya pupuk, ekskavasi, mekanisasi, bibit. Kalau kampung nelayan, keluhannya biasanya alat penangkapan ikan. Nanti akan kami penuhi satu per satu. Bapak tenang saja, kami di sini untuk membantu,” ujar Gibran.
Terkait infrastruktur, ia menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti berbagai persoalan secara bertahap melalui sinergi antara pemerintah pusat dan desa.
“Kita semua harus gotong royong. Kalau ada yang kurang terkait perizinan, kuota solar, apa pun itu tolong sampaikan biar segera kita tindak lanjuti,” tegasnya.
Kunjungan Wapres ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas penunjang bagi masyarakat pesisir di Kuala Penet, Lampung Timur.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)