Apa Itu Homeless Media? Ramai Saat Disebut Bakom RI Jadi Mitra
GH News May 08, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Istilah homeless media kembali menjadi perbincangan hangat di ekosistem media digital Indonesia. Istilah ini mencuat setelah Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari menyambut kehadiran pelaku new media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) pada konferensi pers dan menyebutnya sebagai mitra baru.

"Pada kesempatan ini, sebelum masuk kepada materi, kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia," ujar Qodari pada konferensi pers yang digelar di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026), dikutip dari detiknews.

Belakangan, Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menegaskan tidak ada kerja sama maupun kontrak Bakom dengan INMF ataupun media yang tergabung di dalamnya. Adapun penggunaan kata mitra merujuk pada pandangan Bakom RI bahwa new media sebagai mitra komunikasi, yang mana arti pemerintah membutuhkan saluran untuk menyampaikan informasi kepada publik, sementara media membutuhkan akses informasi dan berita.

"Bakom menganggap new media sebagai mitra komunikasi sebagaimana halnya media konvensional. Mitra dalam pengertian media membutuhkan berita dan pemerintah perlu menyampaikan informasi ke masyarakat," kata Kurnia dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026), dikutip dari detiknews.

Pada konferensi pers, Qodari menyebut new media sebelumnya dikenal dengan istilah homeless media. Kehadiran new media ini dinilai penting untuk menjangkau publik secara luas melalui kanal digital.

Sementara itu, pemerintah mendorong agar new media terus meningkatkan kualitasnya melalui metode verifikasi dan standar redaksional yang jelas seperti halnya media konvensional.

"New Media Forum ini wadah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari.

Lantas, apa sih sebenarnya homeless media itu?

Apa Itu Homeless Media?

Sebagaimana dijelaskan dalam hasil penelitian Geger Riyanto dan rekan-rekan pada laporan 'Memahami Homeless Media: Kajian atas Berita Lokal Informal Berbasis Media Sosial di Lima Kota di Indonesia' yang diterbitkan oleh Remotivi pada September 2024, istilah homeless media merujuk pada outlet berita yang semula hanya mendistribusikan informasi melalui media sosial. Saat ini, sebagian besar platform tersebut berbasis di Instagram dan berperan aktif sebagai penyaji berita lokal yang penting dan spesifik.

Istilah homeless media pertama kali digunakan di Indonesia oleh sebuah korporasi media yang mencoba menerapkan model distribusi konten terdesentralisasi. Model homeless media menunjukkan bahwa media jenis ini dapat dijalankan oleh individu tanpa latar belakang jurnalisme profesional, tetapi juga bisa menjadi perpanjangan tangan dari perusahaan media yang sudah mapan.

Untuk menyelami homeless media lebih jauh, peneliti melakukan analisis konten pada 3.000 unggahan dari 15 akun homeless media,yang dipilah berdasarkan jenis dan sumber konten yang efektif menghasilkan keterlibatan. Peneliti juga mewawancarai pendiri dan staf 9 homeless media di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Para peneliti juga melaksanakan diskusi kelompok terfokus di kelima kota penelitian dengan audiens media untuk mendapatkan wawasan tentang pola konsumsi dan eksposur terhadap homeless media.

Berdasarkan studi, konten paling menarik dari homeless media antara lain fakta kota dan romantisasi, yang mana membangkitkan rasa keterhubungan antara audiens dengan kota mereka. Konten paling menarik lainnya yaitu kejahatan, keributan antarwarga, kecelakaan, hingga perilaku eksentrik warga.

Homeless media di antaranya mengandalkan kedekatan dengan audiens dan konten media sosial lokal untuk menyediakan berita yang sangat spesifik dan lokal, segera setelah kejadian berlangsung. Hal ini membuat peran homeless media menjadi pusat informasi lokal yang efektif.

Salah satu temuan lainnya studi ini yakni, dalam praktiknya, banyak homeless media yang menjalin kerja sama dengan badan negara. Institusi pemerintah secara rutin memberikan pembaruan berita kepada platform-platform ini. Informasi yang disebarkan homeless media terkadang berasal dari institusi resmi, atau tampak berasal dari informasi internal pemerintah.

Ciri-ciri Homeless Media

Dikutip dari hasil penelitian terbitan Remotivi, serta Abie Isman dan rekan-rekan berjudul "Responsive Regulation for Non-Platform Media: Challenges and Opportunities in Indonesia" di Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi, Desember 2023, berikut sejumlah karakteristik homeless media:

  • Berbasis akun media sosial, bergantung pada media sosial sebagai platform publikasi dan saluran distribusi
  • Tidak harus memiliki situs resmi
  • Memproduksi konten berita
  • Sering membuat konten rekomendasi belanja atau jasa, kebijakan pemerintah, kejahatan, rekomendasi kuliner, dan fakta kota
  • Umumnya dijalankan secara informal atau belum terdaftar secara legal sebagai entitas media
  • Karyawan relatif sedikit dan dapat menambah pekerja untuk kebutuhan produksi konten endorsement atau yang bernilai produksi lebih tinggi lainnya
  • Dapat berkembang dari akun komunitas, promosi berbayar, hingga hobi
  • Operasional fleksibel, memungkinkan homeless media merespons konten internet atau kiriman audiens dengan cepat
  • Informalitas, yang mendukung kecepatan memutuskan konten apa yang akan dibuat

Peran Homeless Media

Di luar sisi teknisnya, homeless media dapat memainkan peran krusial dalam memperkuat suara komunitas yang sering kali terpinggirkan. Hal ini salah satunya disorot peneliti Zul Pikri dan rekan-rekan dalam artikel ilmiah "Fenomena Jurnalistik Warga sebagai Media Homeless dalam Mempengaruhi Kebijakan Pemerintah Daerah", pada jurnal Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 30 April 2025.

Dengan membagikan narasi pribadi dan membedah masalah sistemik, platform ini berupaya mengedukasi masyarakat sekaligus menantang stigma negatif yang ada.

Homeless media jiga dinilai dapat memberdayakan individu untuk merebut kembali martabatnya dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif. Dalam masyarakat yang terkadang masih memandang sebelah mata kelompok tertentu, homeless media hadir sebagai wadah bagi mereka untuk menyuarakan hak dan aspirasinya secara mandiri.

Contoh Homeless Media yang Disebutkan Bakom RI

Pada konferensi pers Bakom RI, Rabu (6/5/2026), Qodari sempat menyebutkan nama-nama new media. Kurnia mengatakan, nama-nama yang disebut didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF kepada Bakom RI dalam pertemuan tanggal 5 Mei 2026.

Berikut contohnya:

1. Folkative

2. Indozone

3. Dagelan

4. Indomusikgram

5. Infipop

6. Narasi

7. Muslimvox

8. USS Feeds

9. Bapak-bapak ID

10. Menjadi Manusia

11. GNFI

12. Cretivox

13. Kok Bisa?

14. Taubatters

15. Pandemictalks

16. Kawan Hawa

17. Volix Media

18. Ngomongin Uang

19. Big Alpha

20. Good States

21. Hai Dulu

22. Proud Project

23. Vibes

24. Unframe

25. Kumpul Leaders

26. CXO Media

27. How To Do Nothing

28. Everless Media

29. Geometry Media

30. Folks Diary

31. Dream

32. Melodi Alam

33. NKTSHI

34. Modestalk

35. Lead Media

36. Nalar TV

37. Mahasiswa dan Jakarta

38. North West

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.