Merayakan Kesenian Lewat Pameran Art is All Around di Hotel PORTA by Ambarrukmo
Yoseph Hary W May 08, 2026 11:14 PM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinding abu-abu di What the Deck rooftop Hotel PORTA by Ambarrukmo terasa berbeda. Ada ratusan bulatan tertata rapi. 

Bulatan-bulatan itu memuat karya seni dari 121 seniman dari berbagai daerah.Tidak hanya berasal dari DIY, tetapi juga beberapa kota lain bahkan luar Jawa. 

Ajang ekspresi

Pameran seni bertajuk “Art is All Around” pun menjadi ajang ekspresi semua usia, dari anak hingga dewasa.

Dalam pameran yang digelar Versus Project itu, Aubriana Skye Rafanda A merupakan salah satu seniman termuda.

Usianya baru lima tahun, namun kesukaannya dalam melukis sudah terlihat sejak usia satu tahun. Ayahnya yang seorang seniman pun membelikan seperangkat alat lukis.

“Senang (bisa mengikuti pameran). Judulnya Silo artinya masa depan, masa sekarang, masa dulu,” katanya dalam Opening Art is All Around 3 di What the Deck Rooftop Hotel PORTA by Ambarrukmo, Jumat (8/5/2026) malam.

Judul “Silo” diberikan oleh ayahnya. Skye terlihat senang lukisannya tergantung di dinding bersanding dengan seniman lainnya. Mata bocah TK itu berbinar dan bergeming dari lukisannya.

Lukisannya memiliki perpaduan ungu, abu-abu, putih, dan sedikit merah. Warna-warna itu menjadi kesukaannya.

120 seniman terlibat

Kurator Pameran Art is All Around 3, Eko Nugroho menerangkan tidak ada kriteria khusus. Proyek Art is All Around memang sengaja mengundang karya semua orang yang ingin berkarya dan memamerkan karyanya. 

Pada penyelenggaraan ketiga ini, seniman yang terlibat pun semakin banyak. Total ada 120 seniman yang menghasilkan 126 karya.

“Kami menyediakan medium seluas-luasnya. Yang membeli medianya itu banyak, tetapi tidak semua mengikutkan karyanya. Sebanyak 126 karya ini yang kembali ke kami dan kami pamerkan. Dan karya apapun diperbolehkan, dari anak sampai berapapun usianya. Boleh dewasa, remaja, profesional,” terangnya.

Eko menyebut pameran ini merupakan wadah ekspresi, termasuk bagi anak-anak. Pameran ini pun menjadi strategis untuk regenerasi seniman. Ia pun berharap pameran ini dapat mendorong generasi muda untuk semakin berani menampilkan karya.

“Kita memberikan penghargaan terhadap karya apapun. Dari anak usia lima tahun dengan karya sesuka dia, kita sandingkan berpameran bareng dengan teman-teman lainnya yang karyanya bervariasi. Kita merayakan kesenian,” ujarnya.

“Buat saya semakin menyenangkan karena semakin banyak muncul karya-karya dari generasi baru. Dari anak-anak, remaja, bahkan orang tua, siapapun yang sebenarnya bikin karya di rumah, tetapi belum tentu punya kesempatan memamerkan karyanya. Art is All Around memberikan kesempatan itu,” sambungnya.

PORTA dukung komunitas

Sementara itu, Marketing Communications Hotel PORTA by Ambarrukmo, Precillia Grace mengungkapkan sebagai salah satu lifestyle hotel di Yogyakarta, PORTA ingin mendukung aktivitas komunitas, baik seniman, musik, olahraga, dan lain-lain.

“Jadi PORTA itu nggak hanya hotel untuk menginap, tetapi juga public space. Kami sangat terbuka dengan komunitas-komunitas yang ingin berkolaborasi. Harapannya semua komunitas di Jogja, skena Jogja bisa melibatkan PORTA dalam semua kegiatannya,” ungkapnya.

“Mungkin kami bisa menjadi part of activity mereka (komunitas). Kemudian harapannya PORTA bisa menjadi titik kumpul, sehingga mereka bisa mengekspresikan karya dan diri mereka lewat PORTA,” imbuhnya. 

Pameran yang berlangsung mulai 8 Mei hingga 30 Juni 2026 ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB. Melalui ruang yang terbuka bagi publik, PORTA mengundang para pecinta seni, kolektor, maupun masyarakat umum untuk menikmati keberagaman karya dan merasakan pengalaman seni. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.