SRIPOKU.COM, MURATARA — Proses pengantaran jenazah seorang warga dari RSUD Rupit menuju rumah duka di Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, terpaksa menggunakan perahu karet.
Banjir yang melanda sejumlah desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Muratara kini semakin luas.
Bukan hanya melumpuhkan roda perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga melumpuhkan akses transportasi antardesa dan antarkecamatan.
Ketinggian genangan banjir yang mencapai satu meter lebih dari permukaan jalan berdampak pada mobil ambulans tidak mampu melintas hingga ke lokasi tujuan.
Baca juga: Banjir di Muratara : Ribuan Rumah Terendam, Lima Jembatan Putus
Warga meninggal dunia yang dievakuasi pakai perahu karet tersebut diketahui bernama Dani Pedroza Erwin (16).
Ia merupakan warga Desa Karang Dapo yang sebelumnya menjalani perawatan dan operasi usus buntu di RSUD Rupit.
Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Mugono, mengungkapkan saat jenazah hendak dipulangkan ke rumah duka, akses jalan darat menuju desanya tidak dapat dilalui karena seluruh badan jalan terendam banjir hingga satu meter.
“Jadi, kami dari tim BPBD mengambil inisiatif langsung mengantar jenazah menggunakan perahu,” ujarnya pada wartawan.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 14.20 WIB.
Jenazah yang telah dimasukkan ke dalam kantong mayat kemudian dipindahkan dari ambulans ke perahu viber untuk dibawa menuju rumah duka.
Perjalanan dari titik keberangkatan menuju Desa Karang Dapo menempuh jarak sekitar 12 kilometer dan memakan waktu kurang lebih 30 menit melalui jalur banjir.
Kondisi banjir yang melanda wilayah Muratara beberapa hari terakhir memang menyebabkan banyak akses desa terputus.
"Tidak hanya aktivitas warga terganggu, tetapi pelayanan darurat seperti ambulans dan distribusi logistik juga ikut terkendala," ungkapnya.