Piala Dunia 2026 Terancam Sepi Wisman, Industri Perhotelan AS Bisa Gigit Jari
GH News May 09, 2026 06:09 AM
New York -

Minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat disebut menurun. Kondisi itu membuat industri perhotelan khawatir target lonjakan ekonomi dari ajang tersebut tidak tercapai.

Laporan American Hotel & Lodging Association (AHLA) menyebut hampir 80% operator hotel di sembilan dari 11 kota tuan rumah di AS melaporkan pemesanan kamar masih jauh di bawah proyeksi awal. Padahal lebih dari lima juta tiket pertandingan sudah terjual.

AHLA menilai lesunya pemesanan hotel dipicu sejumlah faktor seperti lamanya proses visa, kekhawatiran wisatawan terhadap pemeriksaan imigrasi AS, mahalnya tiket pesawat, nilai dolar AS yang tinggi, hingga ketegangan geopolitik.

Melansir , Jumat (8/5/2026) dalam laporan itu disebutkan wisatawan mancanegara diperkirakan membelanjakan rata-rata 5.048 USD (Rp 87 juta) per orang atau sekitar 1,7 kali lebih besar dibanding turis internasional biasa.

"Indikator menunjukkan dampak ekonomi yang diharapkan kemungkinan tidak akan sesuai ekspektasi. Meski lebih dari lima juta tiket sudah terjual, hal itu belum berujung pada tingginya pemesanan hotel," tulis laporan tersebut.

AHLA juga menilai wisatawan domestik kini lebih mendominasi dibanding wisatawan mancanegara.

"Wisatawan domestik kini mendominasi dibanding wisatawan internasional. Ketimpangan ini mengancam dampak ekonomi besar yang sebelumnya diharapkan dari Piala Dunia," lanjut laporan itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Piala Dunia 2026 diperkirakan memberi dampak ekonomi hingga 30 miliar USD (Rp 520 triliun) dan menciptakan hampir 200 ribu lapangan kerja. Trump juga memastikan pemerintahannya akan mempermudah suporter sepakbola dari berbagai negara untuk masuk ke AS.

Namun, AHLA menilai banyak wisatawan justru melihat proses masuk ke AS semakin rumit.

"Bagi banyak wisatawan Piala Dunia, perjalanan ke AS kini terasa jauh dari sambutan karpet merah. Ada persepsi wisatawan mancanegara akan menghadapi antrean visa panjang, biaya visa yang meningkat, dan ketidakpastian proses masuk," sebut laporan itu.

Sejumlah kota seperti Atlanta dan Miami masih mencatat pemesanan hotel yang cukup stabil. Namun kota-kota lain seperti Boston, Philadelphia, San Francisco, dan Seattle disebut mengalami penurunan pemesanan dibanding target awal.

Padahal banyak hotel telah mengeluarkan investasi besar untuk menyambut turnamen tersebut, mulai dari pembangunan fan zone, penambahan staf multibahasa, hingga peningkatan layanan keamanan dan transportasi.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.