Dua Suku Serahkan Tanah 7 Hektar untuk Pemda Ende, Bangun Sekolah Rakyat 
Gordy Donovan May 09, 2026 09:47 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Ditengah penertiban sejumlah lahan yang diklaim milik Pemerintah Kabupaten Ende yang kini tengah menjadi polemik berkepanjangan, Pemerintah Kabupaten Ende justru mendapat dukungan dari masyarakat dengan mendapatkan hibah lahan seluas 7 hektar secara cuma-cuma.

Kepala suku Tiwe dan keluarga besar Uwa Wea menyerahkan secara cuma-cuma sebidang tanah seluas 7 hektar di Aekebho, Dusun Tiwe, Desa Tiwerea, Kecamatan Nangapanda, kepada Pemerintah Kabupaten Ende untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).

Penyerahan hibah tersebut berlangsung di ruang rapat Bupati di lantai 2 Kantor Bupati Ende, Jumat (8/5/2026).

Merka diterima langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan disaksikan Kepala Dinas Sosial dan sejumlah assisten dan pimpinan OPD.

Baca juga: Demo Penggusuran di Kantor Bupati Ende, Ini Tuntutan GMNI dan LMND 

Dukung Pendidikan

Mosalaki Tiwe, Gregorius Ribhu mengatakan, alasan mereka menyerahkan lahan tersebut karena selain mendukung pendidikan di Kabupaten Ende juga ingin ikut merasakan adanya pembangunan di wilayah Desa Tiwerea.

"Kami melihat bahwa ketika pembangunan itu masuk ke wilayah kami tentu masyarakat juga akan mendapatkan dampak positifnya, ketika ada terjadi proses pendidikan disana yang pasti bahwa akan terjadi transaksi ekonomi disana, itulah yang membuat kami melihat bahwa ada keuntungan bagi masyarakat," ujar Gregorius yang diwawancarai TribunFlores.com, Jumat (8/5/2026) usai acara penyerahan.

Total luas lahan yang diserahkan baru seluas 5,7 hektar lebih dari total 7 hektar yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende.

"Ini diserahkan hibah dan secara sukarela kepada pemerintah, murni untuk pembangunan, apabila pada waktunya tidak terjadi pembangunan atau tidak dipakai untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) atau untuk pembangunan lain, terpaksa kami harus ambil pulang lagi," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda secara tegas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Nangapanda khususnya kepada kepala suku Tiwe dan keluarga besar Uwa Wea yang mendapatkan hibah murni atau secara gratis lahan seluas 7 hektar untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).

"Ini adalah bukti bahwa masyarakat sangat konsen terhadap pembangunan dan kami saya sebagai bupati mewakili Pemda Ende, kami mengucapkan terima kasih banyak," ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama ini Pemerintah Kabupaten Ende sedang mencari lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA sekaligus asrama beserta fasilitas penunjang lainnya.

"Jadi dengan pemandangan SR disana, masyarakat sekitarnya juga akan mendapatkan dampak positifnya, saya harap sebagai tuan tanah dan masyarakat disana bisa mendapatkan dampak prioritasnya," kata Bupati Yosef.

Pada kesempatan itu, Ia meminta Dinas Sosial, PUPR dan Dinas Perumahan untuk segera memproses balik nama lahan tersebut menjadi sertifikat hak milik Pemda Ende dan segera melaporkan ke Kementerian Sosial sehingga segera secepatnya diproses pembangunannya.

Ia juga meminta Dinas PUPR segera menyusun anggaran pembukaan jalan menuju lokasi yang akan dibangun SR yang selama ini menjadi lahan perkebunan warga.

"Kita sudah cari disekian banyak tempat tapi masih banyak problem yang kita hadapi dengan pemilik tanah maupun penduduk setempat, tapi ini dengan ikhlas, bapak-bapak sudah datang kasih kita ya akhirnya kita bersyukur, karena kita juga sudah diminta terus dari Pemprov," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.