Gubernur Sulbar Buka Pameran Budaya Pancasila 2026 di Mamuju, Tekankan Nilai Persatuan Bangsa
Nurhadi Hasbi May 09, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), resmi membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 di pelataran rumah adat Mamuju, Jumat (8/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar bekerja sama dengan Pemuda Pancasila.

Pameran mengusung tema “Pancasila Dalam Lensa Budaya”.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka mengatakan Pancasila bukan sekadar rumusan hukum dan politik.

Baca juga: Reyfan A Rafah, Putra Desa Kalola Bawa Harapan Pasangkayu ke Seleksi Paskibraka Nasional

Baca juga: BPKAD Sulbar Hitung Data Bagi Hasil Pajak Rokok dan Kendaraan Bermotor untuk Pengajuan Pinjaman SMI

Menurutnya, Pancasila merupakan kristalisasi nilai luhur, adat istiadat, budaya, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.

“Pancasila lahir dari akar budaya bangsa yang mampu mempersatukan bangsa yang berbeda-beda ini, berbeda akar budaya, pulau, suku, dan bahasa,” ujar SDK.

Pancasila Harus Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

SDK menilai memandang Pancasila dalam lensa budaya berarti menjadikannya fondasi kepribadian bangsa yang dinamis.

Nilai-nilai Pancasila, kata dia, harus menuntun kehidupan sosial masyarakat sesuai akar tradisi luhur bangsa Indonesia.

Ia juga menyinggung perjalanan sejarah Pancasila yang kerap menghadapi tantangan dan ujian.

“Pancasila juga menanamkan harapan akan masa depan bangsa sehingga dalam perjalanannya sering diuji dalam berbagai bentuk, baik penyelewengan maupun pengkhianatan,” katanya.

SDK menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pengambilan keputusan.

Menurutnya, nilai tersebut harus diterapkan dalam penyusunan undang-undang maupun peraturan di semua jenjang pemerintahan.

“Kita ingin agar Pancasila diwujudkan dalam bentuk program pembangunan untuk menyejahterakan seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, SDK mengingatkan pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh dimaknai sebatas kewajiban formal.

Ia meminta nilai-nilai Pancasila ditanamkan sebagai proses budaya kepada setiap generasi.

“Saya paham betul bagaimana perjalanan Pancasila di tengah bangsa kita. Ideologi kita adalah Pancasila dan Pancasila yang mempersatukan kita,” katanya.

Gubernur yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulbar itu mengakui masih sering muncul perdebatan mengenai pihak yang paling Pancasilais.

Namun, menurut dia, seluruh elemen bangsa memiliki tujuan yang sama dalam memperkuat pemahaman terhadap Pancasila.

“Tujuan kita bersama sebagai pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan masyarakat adalah agar pemahaman terhadap Pancasila lebih bermakna dalam tingkah laku sehari-hari,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.