Reyfan A Rafah, Putra Desa Kalola Bawa Harapan Pasangkayu ke Seleksi Paskibraka Nasional
Nurhadi Hasbi May 09, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Dari sebuah desa di Kecamatan Bambalamotu, lahir sosok muda yang kini membawa harapan besar bagi Kabupaten Pasangkayu.

Dia adalah Reyfan A Rafah, siswa SMAN 1 Bambalamotu yang menjadi satu-satunya wakil Pasangkayu yang lolos mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.

Remaja kelahiran Palu, 15 Januari 2010 itu berasal dari Desa Kalola.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Sabtu 9 Mei 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Majene

Baca juga: Daftar Nama dan Asal Sekolah 15 Peserta Asal Pasangkayu Ikut Seleksi Paskibraka Sulbar 2026

Reyfan merupakan anak keempat dari empat bersaudara, putra pasangan Asazi dan Ati Kalote.

Di balik pencapaiannya hari ini, ada perjuangan, disiplin, dan doa orang tua yang terus mengiringi langkahnya.

Ayahnya bekerja sebagai petani, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga.

Dari keluarga sederhana itulah Reyfan tumbuh dengan semangat untuk terus membuktikan diri.

Ia mengaku, keinginannya menjadi anggota Paskibraka lahir dari dorongan dan dukungan penuh kedua orang tuanya.

“Orang tua selalu mendukung saya ikut Paskibraka,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Persiapan Intensif Menuju Seleksi Nasional

Perjalanan pendidikan Reyfan dimulai di SD Inpres Tosonde, kemudian melanjutkan ke SMP 5 Satap Bambalamotu, hingga kini menempuh pendidikan di SMAN 1 Bambalamotu.

Dengan tinggi badan 179 sentimeter, Reyfan memiliki postur ideal sebagai calon anggota Paskibraka.

Namun baginya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh fisik, melainkan juga mental dan kedisiplinan.

“Kesulitan yang saya alami itu harus disiplin bangun pagi,” katanya.

Selama enam hari terakhir, Reyfan menjalani latihan intensif di Mamuju bersama peserta terbaik dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat.

Meski jauh dari keluarga dan harus menjalani jadwal latihan yang padat, semangatnya tak surut.

SELEKSI PASKIBRAKA-Sebanyak 72 peserta calon Paskibraka Kabupaten Pasangkayu Tahun 2026 yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri berfoto bersama usai mengikuti seleksi kepribadian dan wawancara yang berlangsung pada 14–17 April 2026. Seleksi yang diikuti 155 pendaftar ini merupakan tahapan penting untuk menjaring calon Paskibraka yang memiliki karakter, disiplin, serta jiwa nasionalisme yang tinggi.
SELEKSI PASKIBRAKA-Sebanyak 72 peserta calon Paskibraka Kabupaten Pasangkayu Tahun 2026 yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri berfoto bersama usai mengikuti seleksi kepribadian dan wawancara yang berlangsung pada 14–17 April 2026. Seleksi yang diikuti 155 pendaftar ini merupakan tahapan penting untuk menjaring calon Paskibraka yang memiliki karakter, disiplin, serta jiwa nasionalisme yang tinggi. (Tribun-Sulbar.com/Taufan)

Ia terus mempersiapkan diri agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Mulai dari olahraga rutin, mengikuti bimbingan belajar terkait materi Paskibraka, hingga menjaga ibadah agar tetap fokus dan percaya diri.

“Untuk persiapan saya mengikuti tes calon Paskibraka tingkat nasional adalah olahraga rutin, mengikuti bimbel atau les seputar materi dalam Paskibraka, dan senantiasa beribadah,” ujarnya.

Bagi Reyfan, kesempatan ini bukan hanya tentang dirinya sendiri.

Ia ingin membawa nama baik sekolah, keluarga, dan Kabupaten Pasangkayu ke tingkat nasional.

Di usianya yang masih muda, Reyfan membuktikan bahwa anak daerah juga mampu bersaing dan berdiri sejajar membawa nama daerah di panggung nasional.

Dengan kerja keras dan dukungan orang tua, ia kini melangkah membawa mimpi besar dari Desa Kalola untuk Indonesia.

“Semoga saya bisa terpilih agar dapat mengharumkan nama sekolah dan membanggakan orang tua,” tutupnya. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.