Keberadaan Istri Kiai Ashari Terungkap, Tinggal di Pesantren Saat Dugaan Asusila Terjadi
Tim TribunTrends May 09, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Kasus dugaan pencabulan yang menyeret nama pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati, Ashari, terus menjadi perhatian publik.

Belakangan, keberadaan istri Ashari ikut menjadi sorotan setelah terungkap bahwa sang istri ternyata tinggal di lingkungan pesantren yang sama saat dugaan tindakan asusila terhadap para santriwati terjadi.

Fakta tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari publik terkait apakah istri Ashari mengetahui dugaan perilaku suaminya selama ini.

Seperti diketahui, Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di pondok pesantrennya.

Jumlah korban yang disebut-sebut mencapai sekitar 50 perempuan.

Tak hanya dugaan pencabulan, mantan orang dekat Ashari juga mengungkap adanya dugaan tindakan lain terhadap sejumlah korban dewasa.

Hal tersebut diungkap oleh Pak Di, mantan jamaah Ashari sekaligus ayah dari salah satu korban bernama Tari.

Pak Di mengaku telah lama mengenal Ashari dan rutin mengikuti pengajian di pondok pesantren tersebut.

Dari pengamatannya selama berada di lingkungan pesantren, Pak Di mulai curiga dengan perilaku Ashari terhadap para santriwati perempuan.

Menurutnya, Ashari terlihat lebih dekat dengan santriwati yang sudah menikah dibandingkan santri yang masih remaja.

KASUS PONPES PATI - Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati.
KASUS PONPES PATI - Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati. (Tribunnews Bogor/kolase Youtube)

"Kalau dugaan saya ya, saya di situ tuh menurut saya, dari apa yang dilakukan di situ, kalau santri yang belum rumah tangga itu pikirannya pasti resiko. Nah di situ, kok kelihatannya (Ashari) akrab (sama) yang sudah bersuami, untuk memuaskan nafsunya," ungkap Pak Di dalam podcast bersama Denny Sumargo.

"Berarti ada dugaan (Ashari melakukan) sampai berhubungan suami istri (dengan korban lain), yang sudah dewasa, kalau sama yang begini (remaja)?" tanya Denny Sumargo.

"Oh jadi dugaannya kalau yang masih kecil disuruh (pijat dan tidur), Kalau yang sudah dewasa, bobonya sampai hubungan suami istri," timpal Denny Sumargo.

Sementara itu, Tari yang mengaku menjadi korban juga membeberkan kriteria santriwati yang sering dipanggil Ashari ke kamar pribadinya.

Menurut Tari, santriwati yang dipilih biasanya memiliki wajah cantik.

Baca juga: Kronologi Kuswandi Ditangkap di Wonogiri, Diduga Bantu Pelarian Kiai Pati Buron Kasus Pelecehan

"Pernah suatu waktu, aku tanya sama pak Yai itu 'kenapa si mba ini mukanya kurang cantik kok enggak pernah disuruh seperti saya pijat dan tidur?'. Jawabannya pak Yai 'orang itu sudah manut, sudah enggak ada penyakit seperti kayak kamu," imbuh Tari.

"Oh alibinya selalu begitu," ujar Denny Sumargo.

Dalam perbincangan tersebut, Denny Sumargo juga mempertanyakan keberadaan istri Ashari.

Tari mengungkapkan bahwa istri Ashari tinggal di pondok pesantren yang sama, namun Ashari disebut tidak pernah tidur bersama istrinya.

"Oknum itu (Ashari) sudah menikah atau belum?" tanya Denny Sumargo.

"Sudah," jawab Tari.

"Loh ada istrinya? tinggal di situ istrinya?" tanya Denny Sumargo lagi.

"Tapi (Ashari) enggak pernah tidur bersama istrinya," pungkas Tari.

"Di situ ya punya istri, sudah lama nikah, ya seumuran, sudah punya anak empat, sudah punya cucu," sambung Pak Di.

"(Umur istrinya) 40-an," ujar Tari.

Kasus ini kemudian berlanjut ke proses hukum setelah banyak korban mulai berani buka suara.

Ashari sempat diamankan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

Namun setelah itu, ia sempat dilepaskan meski status tersangkanya tetap berlaku.

Saat dipanggil penyidik untuk pemeriksaan lanjutan, Ashari diketahui melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Wonogiri.

Polisi mengamankan Ashari di sekitar Masjid Agung Purwantoro tanpa perlawanan.

Kepada penyidik, Ashari mengaku khilaf dan menyatakan penyesalan atas perbuatannya.

"Tersangka sudah mengakui dan juga mengaku khilaf serta bertobat," ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.

Meski begitu, hingga kini Ashari baru mengakui dugaan tindakan asusila terhadap satu korban saja.

Polisi pun masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut.

“Korban mengalami tindakan yang sama, hanya caranya berbeda. Tidak sampai persetubuhan," ungkap Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/khairunnisa)

 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.