Ketua Yayasan Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa Pacu Lulusan Unipa Jadi "CEO" di Desa
Gordy Donovan May 09, 2026 11:44 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere menegaskan komitmennya dalam memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Nusa Tenggara Timur melalui akses pendidikan yang inklusif dan mendorong lulusan tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi menjadi penggerak ekonomi di desa. 

Komitmen ini disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Drs. Sabinus Nabu dalam prosesi wisuda ke-27 yang meluluskan 435 sarjana di Aula Nawacita, Kampus Unipa Maumere, Jalan Kesehatan Nomor 3, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (9/5/2026).

Dia menyatakan, bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari pengorbanan panjang orang tua. Menurutnya, kehadiran Unipa bukan sekadar menambah angka statistik pendidikan, melainkan implementasi nyata dari visi keberpihakan pada kaum marginal.

"Universitas Nusa Nipa, sejak kehadirannya, memiliki perhatian kepada orang-orang miskin dan terpinggir, yang saat ini disebut sebagai kategori keluarga Desil 1, 2, 3, dan 4. Ini merupakan implementasi dari visi awal perjuangannya: Vision for the Poor," ujar Sabinus Nabu di hadapan wisudawan dan Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Johni Asadoma, M.Hum.

Baca juga: Sentil Angka Pengangguran, Wagub NTT Minta Lulusan Unipa Perkuat "Soft Skill", IPK Bukan Jaminan

Mengubah Harapan Melalui Pendidikan

Sabinus menekankan bahwa akses pendidikan tinggi bagi keluarga prasejahtera adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan. Ia mencatat, banyak alumni Unipa kini telah berkarier sebagai profesional di mancanegara, mulai dari Jepang, Jerman, hingga Dubai.

"Opsi ini tentunya tidak membuat angka partisipasi kasar pendidikan tinggi sekadar sebagai angka, tetapi menjadi capaian dari upaya mengubah nasib, mengubah hidup, mengubah masa depan, dan mengubah harapan keluarga melalui jenjang pendidikan tinggi," tuturnya.

Saat ini, Unipa tengah memasuki fase Rencana Induk Pengembangan Universitas 2025-2045. Targetnya, pada tahun 2030, kampus ini bertransformasi menjadi komunitas ilmiah dan kewirausahaan yang berkompeten di tingkat internasional.

Langkah ini diperkuat dengan capaian Program Studi Manajemen Unipa yang baru saja meraih predikat akreditasi "Unggul". Capaian ini tergolong istimewa mengingat dari 57 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTT, hanya sedikit yang mampu meraih predikat tersebut.

Baca juga: Kukuhkan 435 Lulusan, Rektor Unipa: Jangan Jadi Generasi yang Hanya Pandai Bicara Perubahan

Menjadi CEO di Desa

Kepada para lulusan baru, Sabinus memberikan tantangan besar. Di tengah program pemerintah yang sedang mempromosikan Koperasi Merah Putih di tingkat desa, para sarjana diharapkan mampu mengambil peran kepemimpinan.

"Selamat memasuki dunia kerja. Dengan menyelesaikan pendidikan sarjana, you not only have to get a job, but you must get a job. Bahkan lebih dari itu, hendaknya pendidikan entrepreneur yang telah diberikan membuat saudara menjadi CEO (Chief Executive Officer) dari usaha Anda sendiri di setiap desa," tegas Sabinus.

Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah meninggalkan bangku kuliah. "Kita belajar bukan hanya untuk sekolah, tetapi untuk hidup. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar," tambahnya.

Apresiasi untuk Motivasi Tokoh

Dalam kesempatan itu, Sabinus juga memberikan apresiasi khusus atas kehadiran Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma. Baginya, kehadiran sosok purnawirawan jenderal bintang dua tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan sumber inspirasi bagi para mahasiswa.

"Kami menghadirkan Bapak sebagai salah seorang putra NTT yang multi-talent. Kiranya akan menjadi sumber motivasi bagi anak-anak kita," pungkas Sabinus.

Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriandi, unsur Forkopimda, serta jajaran civitas akademika Universitas Nusa Nipa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.