4 Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Polman Jalani Pemeriksaan Kesehatan Jelang Iduladha
Nurhadi Hasbi May 09, 2026 11:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Tim kesehatan hewan mulai melakukan pemeriksaan terhadap empat ekor sapi kurban terpilih sebagai Bantuan Masyarakat (Banmas) dari Presiden RI di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (9/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan mendatangi kandang sapi di Kecamatan Wonomulyo.

Langkah ini dilakukan setelah keempat sapi berukuran jumbo tersebut resmi dinyatakan lolos seleksi akhir untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah.

Baca juga: Hasil Seleksi 4 Sapi Jumbo di Wonomulyo Polman Terpilih Jadi Hewan Kurban Prabowo Berat 1 Ton

Baca juga: Presiden Prabowo Siapkan 7 Sapi Kurban untuk Sulbar di Iduladha 2026

Petugas memeriksa kondisi fisik hewan, status bebas parasit, serta memberikan suntikan kesehatan.

Kepala UPTD Puskeswan Polman, dr Isnaniah Bagenda, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan prosedur wajib meski sebelumnya telah melalui tahap seleksi awal.

Menurutnya, fokus pemeriksaan meliputi kesehatan fisik dan pengecekan parasit internal.

“Kami melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara fisik pada empat ekor sapi bantuan presiden untuk kurban tahun 2026,” ujar Isnaniah Bagenda.

Pemeriksaan Laboratorium Masih Ditunggu

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan lebih mendalam untuk memastikan kelayakan hewan kurban sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Meski begitu, kata dia, pemeriksaan fisik sebenarnya telah dilakukan sejak proses seleksi awal.

Selain pemeriksaan fisik, tim kesehatan hewan juga melakukan pengecekan parasit internal atau cacing secara bertahap.

Tim kesehatan memberikan hasil sementara yang positif terhadap kondisi keempat sapi tersebut.

Namun, hasil akhir masih menunggu pemeriksaan laboratorium, terutama uji feses.

“Dari keempatnya semuanya sangat baik dan sangat layak untuk dikurbankan, tapi kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk pemeriksaan feses dan diharapkan hasilnya juga sehat semuanya,” katanya.

Empat sapi tersebut memiliki jenis dan bobot berbeda dengan nilai penawaran yang juga bervariasi dari Sekretariat Presiden.

Sapi pertama jenis Limosin bernama Bagong memiliki bobot 1.150 kilogram dan ditawar Rp118 juta.

Sapi itu milik peternak Muh Nur dari Desa Sumberjo.

Sapi kedua jenis Simental bernama Bima memiliki bobot 1.053 kilogram milik peternak H Iskandar dengan nilai tawaran Rp110 juta.

Selanjutnya, sapi jenis Brangus bernama Blecki memiliki bobot 1.011 kilogram dan ditawar Rp105 juta.

Sementara sapi terakhir jenis Simental bernama Arjuna memiliki bobot 960,3 kilogram dan ditawar Rp100 juta. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.