Aksi Tak Biasa Pemuda Usai Habisi Nyawa Pacar Tidur Bersama Jasad Korban di Dalam Kamar
Firmauli Sihaloho May 09, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aksi tak biasa dilakukan pria berinisial OI (28) usai usai menghabisi nyawa kekasihnya, DI (27).

Ia tetap berada di rumah bersama jasad korban di wilayah Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya.

Setelah peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Kamis malam (7/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB itu, pelaku disebut tidak langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Bahkan, OI dikabarkan sempat menginap dan tidur di kamar yang sama bersama jasad korban sebelum akhirnya kasus tersebut terungkap.

"Masuk ke kamar, balik lagi, ngeliat lagi ke kamar," kata dia di depan petugas dikutip dari TribunBanten, Jumat (8/5/2026). 

Insiden pembunuhan itu terjadi bermula dari ucapan korban yang dianggap menyakitkan. Korban menyebut bahwa pelaku lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit dan tidak berguna.

“Dia bilang saya lebih mentingin ibu saya yang sakit, tidak tahu diri, tidak berguna,” kata. 

Pelaku lantas membunuh korban dengan cara mencekik menggunakan tangan kosong di dalam kamar.

“Dicekik di kamar, pakai tangan sendiri, dalam kondisi sadar,” ujar OI. 

Pelaku mengaku tidak menyangka perbuatannya akan berujung pada kematian sang kekasih. Namun, emosi yang memuncak membuatnya kehilangan kendali. 

Baca juga: KRONOLOGI Polisi di Lampung Ditembak Begal: Peluru Mengenai Kepala Brigadir Arya

Baca juga: Bukan Sekadar Anak Putus Sekolah, Atlet hingga Santri Kini Banyak Tempuh Jalur Pendidikan Paket

Padahal, keduanya diketahui telah terjalin cukup lama, yakni sekitar delapan tahun. Selama itu pula, korban kerap datang dan menginap di rumah pelaku.

“Sudah delapan tahun pacaran. Sering ke rumah, sebulan bisa tiga sampai empat kali, bahkan pernah seminggu menginap,” katanya.

Bahkan, keduanya sempat tinggal bersama di Jakarta selama kurang lebih empat tahun, dari 2021 hingga 2024, saat sama-sama bekerja di ibu kota. 

"Sudah banyak yang negur, orang tua, RT hingga RW, cuma susah dibilanginnya," sambungnya. 

Sempat Ingin Akhiri Hidup

Tak hanya itu, pelaku juga sempat mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum berbagai obat milik ibunya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Saya pengen sama nasibnya kaya korban, ingin akhiri hidup tuh. Saya minum obat mama semuanya, ternyata baik-baik saja," ujarnya. 

Keesokan harinya, pelaku memutuskan untuk menyerahkan diri ke Polsek Banjar tanpa sepengetahuan keluarganya.

"Saya menyerahkan diri. Semuanya gak pada tau," katanya. 

Diketahui, pelaku merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dunia. 

Saat ini, ia tinggal bersama ibu dan adiknya, di mana sang ibu tengah menderita penyakit paru-paru.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.