Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, terus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pasar rakyat.
Hal ini diwujudkan melalui peluncuran Pasar Digital Darfuar yang berlangsung di area Pasar Faidoma Darfuar Biak pada Jumat (8/5/2026).
Peluncuran Pasar Digital Darfuar dilakukan oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono, sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan transaksi non-tunai di daerah.
Dalam sambutannya, Jimmy Kapissa mengatakan transformasi digital bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan, termasuk pasar rakyat yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca juga: Mahasiswi di Biak Ditangkap Polisi Usai Tipu Toko Pakai Bukti Transfer Palsu
“Pasar rakyat perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Launching Pasar Digital Darfuar hari ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Biak Numfor yang telah mencapai sekitar 92,3 persen dalam kategori digital dan saat ini berada pada peringkat empat besar di wilayah Papua,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi tersebut diarahkan agar Biak Numfor tidak hanya dikenal sebagai daerah digital, tetapi juga mampu bersaing dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tingkat nasional.
Ia menegaskan Pemkab Biak Numfor berkomitmen memperluas digitalisasi pada sektor pajak dan retribusi daerah, khususnya sektor pasar yang menjadi salah satu kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keberhasilan program digitalisasi pasar ini, kata Jimmy Kapissa, akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan skor pada aspek outcome dalam Championship TP2DD.
Ia juga menjelaskan digitalisasi Pasar Darfuar diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan retribusi pasar, mendorong peningkatan PAD berbasis transaksi riil melalui volume transaksi digital, serta memperluas inklusi keuangan masyarakat dan UMKM pasar melalui pemanfaatan QRIS.
Implementasi digitalisasi pasar tersebut, kata wabup, dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Bank Papua selaku Bank RKUD, perbankan nasional, dan Bank Indonesia, khususnya dalam proses akuisisi merchant, edukasi penggunaan transaksi digital, hingga monitoring transaksi secara berkelanjutan.
Baca juga: Pemda Biak Bersama Pertamina Pastikan Stok LPG Aman Bagi Masyarakat
“Sinergi ini diharapkan memastikan digitalisasi pasar tidak hanya sebatas penyediaan kanal pembayaran non-tunai, tetapi juga terintegrasi secara optimal dengan sistem penerimaan daerah guna mendukung tata kelola keuangan yang lebih efektif, transparan, dan modern,” katanya.
Jimmy Kapissa juga mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk mulai membiasakan penggunaan transaksi digital dan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Biak Numfor untuk membiasakan penggunaan QRIS dalam setiap transaksi sehari-hari. Selain lebih cepat, aman, dan praktis, penggunaan QRIS juga menjadi bagian dari langkah bersama menuju masyarakat yang modern dan melek digital,” ujarnya.
Pasar Darfuar diharapkan menjadi tonggak sekaligus pilot project digitalisasi pasar rakyat di Tanah Papua yang nantinya dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Numfor, Yubelius Usior dalam laporannya menyebutkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Faidoma Darfuar terus mengalami perkembangan.
“Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak perbankan, jumlah merchant yang telah terdaftar dan menggunakan fasilitas QRIS hingga saat ini sebanyak 108 merchant,” katanya.
Ia menjelaskan penyediaan layanan QRIS tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah bersama sejumlah perbankan yang beroperasi di Kabupaten Biak Numfor, di antaranya Bank Papua, BRI, BNI, Mandiri, dan perbankan lainnya yang mendukung percepatan digitalisasi transaksi di daerah.
Menurutnya, penggunaan QRIS di Pasar Faidoma Darfuar saat ini umumnya telah diterapkan oleh pemilik kios, toko, penjual makanan dan minuman, termasuk penjual gorengan, bakso, serta berbagai usaha kuliner lainnya.
Baca juga: Bupati Biak Ajak OPD Lain Berprestasi Usai Dikdaya Raih Rapor Hijau Ombudsman
Sementara itu, penggunaan QRIS di kalangan mama-mama penjual sayur masih belum merata meskipun sebagian di antaranya telah mulai memanfaatkan transaksi non-tunai dalam aktivitas jual beli sehari-hari.
“Melalui launching Pasar Digital ini diharapkan seluruh lapisan pedagang, termasuk mama-mama penjual sayur, dapat secara bertahap mengadopsi penggunaan QRIS sehingga pemanfaatan transaksi non-tunai di Pasar Faidoma Darfuar semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong penggunaan QRIS, peluncuran Pasar Digital Darfuar juga bertujuan meluncurkan platform pasar digital sebagai sarana belanja masyarakat sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi di Kabupaten Biak Numfor.
Usai launching Pasar Digital, Jimmy Kapissa berkesempatan mengunjungi bahkan berbelanja produk olahan makanan yang dijual oleh para pelaku UMKM.
Ia juga ikut mensosialisasikan pembayaran nontunai Qris dalam berbelanja.
Dikesempatan yang, masyarakat yang hadir dapat memanfaatkan layanan dari Samsat yakni membayar Pajak Kendaraan Pakai QRIS akan diberikan Penghapusan Denda, Pajak Pokok Discount 15 persen. Adapula layanan dari Bank Papua dan Bappenda Biak Numfor. (*)