Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal, Bupati Aceh Tenggara Minta Warga Tenang: Kasus Ditangani Polisi
Sri Widya Rahma May 09, 2026 02:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry SE MM, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar terkait kasus meninggalnya bocah perempuan, Sahila (10).

Baca juga: Bocah Perempuan di Aceh Tenggara Ditemukan Meninggal, Tim Forensik RS Bener Meriah Lakukan Autopsi

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tenggar.

"Hari ini saya langsung mengecek proses autopsi jenazah korban Sahila yang dilakukan oleh Tim Forensik dari RS Bener Meriah di RSUD Sahudin Kutacane," ujar Bupati M Salim Fakhry pada Sabtu (9/5/2026). 

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Forensik, dan hasil autopsi akan segera diketahui setelah dikeluarkan oleh dokter forensik dari Rumah Sakit (RS) Bener Meriah.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Tim Forensik dan hasilnya secepatnya akan diketahui setelah dikeluarkan hasilnya oleh tim dokter Forensik RS Bener Meriah.

Jadi, serahkan semuanya kepada aparat kepolisian yang saat ini sedang bekerja semaksimal mungkin, kita doakan semoga membuahkan hasil," harap Salim Fakhry.

Baca juga: 10 Hari Menghilang, Bocah Perempuan di Aceh Tenggara Ditemukan Meninggal Dunia

Tim Forensik dari RS Bener Meriah Lakukan Autopsi 

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri didampingi Kasatreskrim Iptu Zery Irfan mengkonfirmasi bahwa jenazah korban hari ini Sabtu (9/5/2026), dilakukan autopsi oleh Tim Forensik RS Bener Meriah.

Autopsi, atau sering juga disebut bedah mayat atau postmortem, adalah pemeriksaan medis terhadap jenazah.

Tujuan utamanya adalah untuk menentukan penyebab, mekanisme, dan cara kematian.

Sahila diketahui merupakan warga Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas.

Sebelumnya, Sahila dilaporkan hilang selama 10 hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kasus kematian bocah tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Aceh Tenggara.

Bupati bahkan langsung mendatangi Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Sahudin Kutacane untuk melihat proses autopsi sekaligus berdialog dengan tim forensik. (*)

Baca juga: Tim Resmob Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curanmor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.