Trump Bak Habis Kesabaran atas Iran yang Tak Setujui Kesepakatan, Ancam Lakukan Project Freedom Plus
Aditya Wisnu Wardana May 09, 2026 04:42 PM


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS mungkin akan meningkatkan postur militernya di Selat Hormuz jika kesepakatan dengan Iran tidak diselesaikan.

Donald Trump mengancam untuk menghidupkan kembali dan memperluas operasi "Proyek Kebebasan" yang sempat dihentikan.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Aksi memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April 2026, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan tersebut.

Pada Selasa (5/5/2026), Trump mengumumkan militer AS akan menghentikan sementara "Proyek Kebebasan".

Adapun Trump juga mengatakan bahwa blokade Amerika akan tetap "berlaku sepenuhnya."

Ketika ditanya apakah AS akan kembali ke "Proyek Kebebasan," Trump menjawab, "Saya rasa tidak," tetapi menambahkan bahwa mereka "mungkin akan melakukannya."

"Kita mungkin akan kembali ke Proyek Freedom jika situasinya tidak membaik," katanya.

"Akan menjadi Proyek Freedom Plus, artinya Proyek Freedom ditambah hal-hal lain," ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang langkah-langkah tambahan.

 

Program: Tribunnews Update
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana

#viory #Trump #Iran #ProjectFreedomPlus #Geopolitik #TimurTengah #AmerikaSerikat #KonflikASIran #InfoInternasional #EkonomiDunia #Perang #Mei2026 #BreakingNews

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.