Luncurkan Pasar Digital, Kepala BPKAD Biak: Pembayaran Non Tunai Beri Kemudahan dan Cegah Uang Palsu
Astini Mega Sari May 09, 2026 05:15 PM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, terus mendorong transformasi digital di sektor perdagangan melalui peluncuran pasar digital yang memberikan pilihan transaksi pembayaran non tunai bagi masyarakat dan pelaku usaha. 

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat digitalisasi ekonomi daerah sekaligus memperluas penggunaan sistem pembayaran modern di tengah masyarakat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Biak Numfor, Gunadi mengatakan, peluncuran pasar digital sebagai upaya pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan pihak perbankan dalam menghadirkan alternatif transaksi pembayaran yang lebih praktis, aman, dan efisien bagi masyarakat.

Baca juga: Pemkab Biak Gandeng BI Papua Launching Pasar Digital Darfuar, Transaksi QRIS Mulai Diterapkan

“Terkait dengan launching pasar digital ini, pemerintah daerah memberikan pilihan cara transaksi pembayaran yang selama ini pembayaran secara tunai. Pihak Bank Indonesia dan perbankan memberikan fasilitas pembayaran secara non tunai. Ini merupakan pilihan tanpa menghilangkan uang tunai atau tanpa menghilangkan cara pembayaran secara tunai,” ujar Gunadi di Biak, Jumat (8/5/2026).

Menurut Gunadi, masyarakat kini memiliki kebebasan untuk memilih metode pembayaran, baik secara tunai maupun non tunai melalui QRIS dan transfer perbankan. 

Kehadiran pasar digital, kata dia, membuka peluang masyarakat untuk mulai terbiasa menggunakan transaksi elektronik dalam aktivitas sehari-hari.

“Kalau sebelumnya tidak ada pilihan, semuanya tunai. Tetapi hari ini setelah di-launching pasar digital bisa menggunakan pembayaran secara non tunai baik QRIS maupun transfer,” katanya.

Gunadi menjelaskan, penggunaan transaksi non tunai memiliki sejumlah keuntungan dibanding transaksi tunai. Selain lebih praktis, transaksi digital juga dinilai mampu meminimalisir risiko kesalahan maupun peredaran uang palsu.

“Keunggulannya yakni kita membayar uang pas dan tidak perlu menunggu kembalian. Resiko untuk kita mendapat uang palsu itu relatif kecil karena semuanya sudah lewat transaksi perbankan, lebih praktis bagi masyarakat,” jelas Gunadi.

Baca juga: Samsat Biak Hadirkan Layanan Keliling Berbasis QRIS, Cegah Pungli Lewat Digitalisasi Pembayaran

Ia menambahkan, peluncuran pasar digital tersebut juga merupakan bagian dari upaya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Biak Numfor dalam meningkatkan edukasi serta layanan transaksi non tunai di daerah.

“Ini merupakan bagian dari upaya tim TP2DD Biak Numfor yang terus memberikan edukasi dan juga memberikan layanan untuk transaksi non tunai. Artinya di zaman serba modern ini transaksi non tunai siap digalakkan sehingga ini menjadi ukuran kemajuan masyarakat Biak Numfor,” ujarnya.

Gunadi menyebut, sebelum pasar digital resmi diluncurkan, sebagian pelaku usaha dan masyarakat sebenarnya sudah mulai menggunakan transaksi non tunai. Namun setelah peluncuran dilakukan, minat masyarakat untuk mendaftar dan menggunakan layanan pembayaran digital semakin meningkat.

“Sebelum launching sudah ada pelaku usaha atau masyarakat yang menggunakan transaksi non tunai dan hari ini setelah di-launching banyak juga yang mendaftar untuk dilakukan transaksi non tunai,” pungkasnya.

Pasar Digital Darfuar secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Warsono, Jumat (8/5/2026). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.