Lima SPPG di Klaten Kena Suspend, Ada Dugaan Keracunan hingga Temuan Menu Basi
Putradi Pamungkas May 09, 2026 05:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sebanyak lima Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten disetop sementara operasionalnya setelah muncul sejumlah kejadian menonjol, mulai dari dugaan keracunan hingga temuan menu basi yang dipermasalahkan penerima manfaat program.

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Klaten, Yoga Angga Pratama, mengatakan keputusan suspend dilakukan sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh terhadap masing-masing SPPG.

Lima SPPG Dievaluasi usai Temuan Dugaan Keracunan

Yoga menjelaskan, evaluasi dilakukan melalui kepala masing-masing SPPG untuk menentukan kelayakan operasional ke depan.

"SPPG yang terkena suspen sejumlah 5 SPPG, hari ini akan kami evaluasi melalui kepala SPPG," ujarnya usai rapat evaluasi MBG di Kabupaten Klaten, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, penghentian sementara operasional berlaku hingga hasil evaluasi keluar dan menjadi dasar keputusan lanjutan.

"Yang nantinya hasil evaluasi ini menentukan, kapan mereka bisa operasional kembali," jelasnya.

SPPG - Ilustrasi dapur Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG), belum lama ini. Sebanyak lima SPPG di Kabupaten Klaten disetop sementara operasionalnya
SPPG - Ilustrasi dapur Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG), belum lama ini. Sebanyak lima SPPG di Kabupaten Klaten disetop sementara operasionalnya (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Bisa Beroperasi Lagi Jika Penuhi Persyaratan

BGN menegaskan, lima SPPG yang disuspend masih memiliki kesempatan untuk kembali beroperasi apabila mampu memenuhi seluruh persyaratan dan standar yang diminta.

"Apabila mereka apabila SPPG yang terkena suspen melaksanakan apa yang kita minta seperti persyaratan-persyaratan yang kita minta, maka SPPG boleh beroperasional kembali," kata Yoga.

Namun, apabila hasil evaluasi menunjukkan standar belum dipenuhi, operasional belum akan diizinkan kembali.

"Akan tetapi apabila nanti belum bisa memenuhi persyaratan yang kami minta, maka tidak akan kami operasionalkan terlebih dahulu," imbuhnya.

Baca juga: Operasional 5 SPPG di Klaten Disetop Sementara usai Adanya Kejadian Menonjol, Akan Dievaluasi

Temuan Menu Basi hingga Saluran Air Tidak Sesuai SOP

Yoga mengungkapkan, keputusan suspend tidak hanya dipicu dugaan keracunan dan menu basi, tetapi juga hasil pengecekan lapangan yang menemukan beberapa fasilitas belum sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Temuan tersebut meliputi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan saluran air yang dinilai tidak layak.

Kelima SPPG yang disuspend, diungkapkan karena adanya kejadian menonjol.

Seperti dugaan keracunan, dan adanya temuan menu basi yang sempat dipermasalahkan penerima manfaat.

Selain itu, kondisi saluran air yang tidak sesuai dinilai berpotensi memunculkan persoalan baru apabila tidak segera ditangani.

"Maka dari itu kami minta untuk perbaiki salurannya, maka juga kami berhentikan terlebih dahulu. Karena saluran air yang tidak sesuai membludak dan lain-lain itu menimbulkan permasalahan baru lagi apabila tidak ditangani terlebih dahulu," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.