Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ajakan manajemen Persis Solo kepada suporter untuk mengenakan batik saat laga kandang di Stadion Manahan memunculkan respons beragam.
Sejumlah kelompok suporter memilih mengikuti imbauan tersebut, namun ada pula yang tetap mempertahankan identitas kelompoknya dengan mengenakan atribut khas.
Salah satu kelompok suporter yang tetap memilih atribut identitasnya adalah Ultras Persis Solo.
Mereka memutuskan tetap mengenakan pakaian serba hitam saat mendukung langsung Laskar Sambernyawa di Stadion Manahan.
Perwakilan Ultras Persis Solo, Beto, menilai ajakan memakai batik dari manajemen klub merupakan hal yang wajar.
Menurutnya, langkah tersebut berkaitan dengan upaya menghindari sanksi tambahan bagi Persis Solo.
“Ya kalau dari aku sih sebenarnya karena masih dalam aturan hukuman ya yaudah sih gak masalah,” ungkap Beto saat dihubungi TribunSolo.com, Sabtu (9/5/2026).
Meski memahami alasan manajemen, Ultras Persis Solo tetap memilih mengenakan pakaian hitam yang selama ini menjadi identitas kelompok mereka.
“Kalau dari ultras sendiri kita tetap pakai hitam. Karena kalau di ultras sendiri kan hitam banyak artinya mulai dari perlawanan, protes dan lain-lain dengan kondisi tim yang sekarang,” lanjutnya.
Baca juga: Persis Solo Jamu Persebaya Surabaya, Milo Nantikan Atmosfer Stadion Manahan Bareng Suporter
Beto menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan suporter lain yang memilih mengenakan batik saat pertandingan berlangsung.
Menurutnya, batik juga menjadi simbol identitas Kota Solo yang patut dihormati.
“Tapi tidak akan mempermasalahkan teman-teman suporter yang memakai batik di pertandingan nanti. Jadi batik sendiri kan juga sebuah identitas kota Solo,” kata dia.
Ia menambahkan, penggunaan batik di stadion juga dapat menjadi gambaran identitas khas Kota Solo di tengah pembatasan penggunaan atribut suporter.
“Dengan dilarangnya menggunakan atribut dan diganti dengan batik kan seperti menggambarkan kota Solo,” pungkasnya.
(*)