Hadir di Festival Egrang Jember, Wamen Komdigi Apresiasi Pelestarian Permainan Tradisional
Haorrahman May 09, 2026 07:43 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM,  
Jember - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 di kawasan Pasar Lumpur Tanoker Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (9/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Nezar juga tampil sebagai keynote speaker. Ia menyampaikan apresiasi terhadap Festival Egrang yang diinisiasi komunitas Tanoker Ledokombo karena dinilai mampu menjaga nilai budaya sekaligus membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi digital.

“Komdigi mengapresiasi cukup tinggi Festival Egrang. Egrang ini sederhana namun penuh makna. Membentuk anak-anak cerdas, mengerti teknologi namun juga membentuk emosional lebih sehat, menciptakan anak Indonesia lebih sehat, lebih hebat,” ujar Nezar.

Baca juga: Kejari Seriusi Fraud Klaim BPJS Kesehatan di 3 Rumah Sakit Jember

Egrang merupakan permainan tradisional Indonesia yang menggunakan bambu atau kayu sebagai alat permainan. Melalui Festival Egrang, Tanoker Ledokombo berupaya menjaga eksistensi permainan tersebut agar tetap dikenal generasi muda. Tahun ini, festival memasuki penyelenggaraan ke-14 dengan puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Nezar menyoroti kehidupan anak-anak yang kini berada di antara dua dunia permainan, yakni digital dan fisik. Menurutnya, keduanya tidak harus saling bertentangan, tetapi dapat saling melengkapi.

Baca juga: DPRD Jember Apresiasi MPP Mini, Permudah Layanan Warga Pinggiran

“Apakah itu harus bertubrukan, atau saling mendukung,” katanya.

Ia menilai permainan fisik seperti egrang dapat menjadi penyeimbang dari tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital. Selain melatih keseimbangan tubuh, permainan tradisional juga mengajarkan kerja sama dan budaya gotong royong.

“Namun dunia nyata jauh lebih penting, karena ada interaksi antarmanusia, kerja sama. Dan egrang ini membentuk satu kepribadian. Festival Egrang ini juga menumbuhkan UMKM, serta pariwisata,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tanoker Ledokombo, Suporaharjo mengatakan peluncuran festival di area Pasar Lumpur diharapkan dapat menggairahkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM.

Baca juga: Inflasi Jember April 2026, Dipicu Kenaikan Elpiji dan Harga Plastik

“Saat ini ada 100 homestay di sekitar sini. Juga ada paket wisata, serta wisata kuliner yang dikembangkan,” ujar Suporaharjo.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap tumbuhnya ruang kreatif masyarakat, baik di ranah digital maupun aktivitas fisik berbasis budaya lokal seperti permainan tradisional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.