SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memastikan pemberian bantuan penuh kepada keluarga korban kecelakaan maut Muratara yang saat ini masih menunggu proses identifikasi DNA di Palembang.
Bantuan yang diberikan meliputi akomodasi, konsumsi, hingga penyediaan peti jenazah untuk pemulangan para korban.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Dr. Trisnawarman, mengungkapkan bahwa seluruh keluarga korban saat ini difasilitasi penginapan di Hotel Amaris Palembang.
Fasilitas ini diberikan agar keluarga dapat menunggu hasil identifikasi tim DVI dengan layak.
Baca juga: Jenazah Hangus dan Gigi Rapuh, Tim DVI Andalkan Uji DNA Identifikasi Korban Kecelakaan di Muratara
"Keluarga korban masih kita fasilitasi selama di Palembang, termasuk penginapan dan konsumsi. Semua ditanggung oleh Pemprov Sumsel sampai hasil DNA keluar," ujar Trisnawarman, Sabtu (9/5/2026).
Selain akomodasi, Gubernur Sumsel juga telah menyiapkan peti jenazah untuk seluruh korban guna mempercepat proses pemulangan setelah identitas mereka terkonfirmasi.
Pemprov Sumsel kini tengah berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Utara dan pemerintah daerah lainnya terkait teknis pemberangkatan jenazah.
"Peti jenazah bantuan langsung dari Bapak Gubernur sudah siap. Kami juga bekerja sama dengan Pemprov Sumut untuk pemulangan sekitar delapan jenazah ke Medan, serta koordinasi untuk korban asal Lampung dan Muratara," tambahnya.
Sementara itu, satu jenazah atas nama Tahrul Jumadi (31) telah diberangkatkan menuju Tegal, Jawa Tengah, melalui jalur darat dengan pengawalan kepolisian pada Jumat malam.
Karumkit RS Bhayangkara Moh. Hasan, Kombes Pol. Dr. Budi Susanto, menjelaskan bahwa penggunaan jalur darat untuk pemulangan ke Jawa Tengah dipilih berdasarkan pertimbangan efisiensi waktu dan aksesibilitas menuju lokasi duka.
"Penggunaan jalur darat dinilai lebih efektif dibandingkan jalur udara, mengingat lokasi tujuan yang jauh dari bandara serta pertimbangan teknis pendaratan di wilayah setempat," pungkas Dr. Budi.