Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ribuan pengunjung memadati Festival Rujak Uleg 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (9/5/2026) malam.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam festival tahunan tersebut.
Baca juga: Gelar Dialog Kebangsaan Bareng Gus Halim, KNPI Jombang Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan Daerah
Festival Rujak Uleg dinilai tidak hanya menjadi pesta kuliner, tetapi juga penguat identitas budaya Kota Surabaya.
"Dalam Festival Rujak Ulek 2026 yang mana ini sebuah perayaan budaya dan kuliner yang telah menjadi ikon Kota Surabaya sekaligus kebanggaan Jawa Timur," kata Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, dalam sambutannya.
Eni menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya beserta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Menurutnya, keberhasilan Surabaya menghadirkan event besar tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya serta seluruh unsur komunitas, pelaku industri kreatif, mitra, sponsor dan masyarakat yang terus berkolaborasi dalam menghadirkan event daerah yang berkualitas dan inovatif," ujarnya.
Menurut Eni, Festival Rujak Uleg 2026 kembali mencatat pencapaian membanggakan karena masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 untuk ketiga kalinya.
"Tahun ini menjadi pencapaian yang membanggakan, kami ucapkan selamat pada Festival Rujak Ulek yang kembali menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara 2026 yang ketiga kalinya," tuturnya.
Ia menjelaskan, KEN merupakan rangkaian event unggulan nasional yang telah dikurasi dari 38 provinsi di Indonesia.
"Jadi selamat untuk Kota Surabaya yang tahun ini ada dua yang masuk ke dalam KEN yaitu Festival Rujak Ulek dan Surabaya Vaganza," katanya.
Eni menambahkan, Festival Rujak Uleg juga memberi dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
UMKM, komunitas, hingga pelaku industri kreatif disebut ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi selama festival berlangsung.
"Kehadiran festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Kota Surabaya tapi juga membuka peluang bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas serta masyarakat bersama dalam tempat wisata," ujarnya.
Dalam pembukaan acara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriani dan jajaran Forkopimda tampak menguleg rujak bersama di atas cobek raksasa.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan seluruh peserta yang ikut meramaikan Festival Rujak Uleg 2026.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian makanan rujak uleg kepada pengunjung.
Selain itu, acara turut dirangkai dengan parade busana dan pertunjukan kembang api.
Eri menegaskan bahwa rujak uleg merupakan budaya asli Kota Surabaya.
Menurutnya, masuknya Festival Rujak Uleg ke dalam Karisma Event Nusantara menjadi bukti pengakuan terhadap kekayaan budaya Kota Pahlawan.
"Karisma Event Nusantara ini menunjukkan bahwa rujak ulek iki weke warga Kutha Surabaya (Rujak Uleg Surabaya milik warga Surabaya)," kata Eri dalam sambutannya.
Baca juga: Dokter Budi Himawan Jadi Ketua IDI Jawa Timur 2026-2029 dalam Muswil di Gresik
Ia menyebut, Festival Rujak Uleg menjadi simbol guyub rukun warga Surabaya.
Sebab, diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari RW, sentra wisata kuliner (SWK), hingga sektor perhotelan.
"Sampeyan delok, sing ikut nguleg bukan dari OPD saja. Ada dari RW, ada dari SWK, ada juga dari hotel. Berarti sing nang rujak ulek iki rek, lek mlebu KEN, berarti yo pantes. Perkara opo? Surabaya iku guyub rukun," ujar Wali Kota Eri.
Eri mengatakan, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam membangun Surabaya.
Tahun ini, sebanyak 36 meja perwakilan RW ikut meramaikan Festival Rujak Uleg 2026 bersama pelaku SWK dan sektor perhotelan.
"Semoga tahun depan ini terus menunjukkan bahwa Surabaya itu dibangun karena kekuatan kekeluargaan yang luar biasa," tuturnya.
Ia berharap Festival Rujak Uleg tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga pengingat bahwa masyarakat Surabaya memiliki persaudaraan yang kuat.
"Semoga malam ini akan terus menjadi pengingat kita bahwa Surabaya punya semangat untuk hari jadinya yang ke-733 dengan menunjukkan kita saudara sampai ila yaumil qiyamah," kata wali kota dua periode tersebut.