Fakta-Fakta Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe Papua: Muncul Usulan agar Ketum PSSI Dievaluasi
Glery Lazuardi May 10, 2026 03:38 AM

TRIBUNNEWS.COM -  Kerusuhan terjadi usai pertandingan playoff promosi Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapuramelawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026) malam.

Kronologi Kejadian 

Insiden pecah setelah Persipura kalah 0-1 dan gagal meraih tiket promosi ke Super League musim depan. Sejumlah massa melakukan perusakan fasilitas stadion hingga pembakaran kendaraan di sekitar lokasi pertandingan.

Pertandingan yang disaksikan sekitar 35.335 penonton itu berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal laga. Penonton beberapa kali meluapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjfaliev.

Akibat adanya lemparan botol plastik ke arah lapangan, pertandingan sempat dihentikan beberapa menit.

Situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah penonton melempar botol air mineral, petasan, dan flare ke dalam lapangan. Aparat keamanan kemudian membentuk barikade menggunakan tameng untuk mengawal pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan menuju ruang ganti.

Sejumlah massa dilaporkan masuk ke area lapangan dan merusak fasilitas stadion. Bangku pemain cadangan, bench perangkat pertandingan, hingga kaca lorong pemain mengalami kerusakan.

Kericuhan kemudian meluas ke luar stadion. Sejumlah kendaraan operasional kepolisian dan kendaraan warga yang terparkir di sekitar area stadion dilaporkan dibakar massa.

Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengatakan situasi mulai terkendali sekitar pukul 23.00 WIT.

"Akibat kericuhan sementara sedang didata. Ada beberapa kendaraan yang dibakar oleh massa, termasuk kendaraan operasional Polri dan milik masyarakat," ujar Cahyo.

Pertandingan sendiri dimenangkan Adhyaksa FC melalui gol tunggal pemain asing Adilson Silva pada menit ke-45+1 lewat skema serangan balik.

Hasil tersebut memastikan Adhyaksa FC meraih tiket terakhir promosi ke Super League, menyusul PSS Sleman dan Garudayaksa yang lebih dahulu lolos.

Sementara itu, Persipura kembali harus bertahan di kasta kedua sepak bola nasional untuk musim keempat secara beruntun sejak terdegradasi pada musim 2021/2022.

Baca juga: Daftar 19 Tim Peserta Liga 2 2026/2027: Persipura Bertahan, Tersisa 1 Slot Degradasi Super League

Muncul Usulan agar Ketum PSSI Dievaluasi

Insiden kerusuhan memicu kritik tajam terhadap tata kelola sepak bola nasional. Lemahnya antisipasi keamanan dianggap sebagai pemicu eskalasi massa yang berujung perusakan dan pembakaran.

Tokoh olahraga sekaligus pengusaha muda Papua, Galang Puja Purboyo, menyebut peristiwa ini sebagai cerminan rapuhnya manajemen kompetisi di bawah PSSI.

“Insiden di Stadion Lukas Enembe ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Papua. Ini menunjukkan adanya kelemahan dalam pengelolaan kompetisi nasional, khususnya dari sisi antisipasi keamanan suporter,” ujarnya.

Galang mendesak Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap kinerja Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

“Inilah tanda-tanda ketidakbecusan Erick Thohir. Dia mengalami kegagalan demi kegagalan di dunia olahraga,” kata Galang.

Kericuhan menyebabkan fasilitas stadion rusak, kaca pecah, serta puluhan kendaraan terbakar, termasuk milik masyarakat dan operasional Polri. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menyebut situasi baru terkendali sekitar pukul 23.00 WIT. Aparat kini fokus mengidentifikasi pelaku perusakan dan pembakaran.

Selain mendesak evaluasi di tingkat pusat, Galang juga mendukung langkah kepolisian untuk menindak tegas pelaku.

Ia berharap adanya perbaikan sistemik agar fanatisme suporter tidak lagi berujung pada tindakan anarkis. Hingga kini, PSSI pusat belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan evaluasi tersebut.

Polisi Periksa 14 Orang

Pasca kericuhan, polisi mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran.

"Tadi malam ada 14 orang yang diamankan karena diduga terlibat dalam kericuhan. Saat ini mereka masih berada di Polres Jayapura untuk dimintai keterangan," ujar Cahyo.

Menurutnya, aparat masih melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga memprovokasi maupun terlibat langsung dalam aksi anarkis tersebut.

"Pada prinsipnya, kami tetap akan melakukan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku yang menyebabkan kericuhan, baik yang memprovokasi maupun yang terlibat langsung dalam pembakaran kendaraan," tegasnya.

Kericuhan juga menyebabkan korban luka dari pihak kepolisian dan warga sipil. Sebanyak 10 personel kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat lemparan massa, termasuk Kapolres Jayapura. Sembilan personel menjalani rawat jalan, sementara satu anggota masih dirawat intensif di rumah sakit.

"Selain aparat, terdapat satu korban dari warga sipil yang saat ini masih menjalani perawatan karena mengalami luka cukup serius," tambah Cahyo.

Berdasarkan data sementara kepolisian, sedikitnya 25 unit mobil dan tiga kendaraan roda enam hangus terbakar. Selain itu, delapan sepeda motor terbakar dan 27 kendaraan roda dua lainnya dilaporkan hilang.

Sejumlah fasilitas publik di area stadion, termasuk pagar pembatas dan pos penjagaan, juga mengalami kerusakan.

Komnas HAM Soroti Kerugian Material dan Penggunaan VAR

Sementara itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan pihaknya menemukan sedikitnya 30 kendaraan mengalami kerusakan akibat kerusuhan tersebut.

“Kami menemukan kerugian material itu ada sebanyak 20 mobil, 10 kendaraan roda dua juga terjadi pengrusakan beberapa fasilitas di dalam Stadion Lukas Enembe,” ujar Frits di Sentani, Sabtu (9/5/2026).

Komnas HAM Papua juga menyatakan akan mendalami kemungkinan faktor lain yang memicu kericuhan, termasuk penggunaan video assistant referee (VAR) dalam pertandingan tersebut.

“Kemungkinan kami akan menilai penggunaan video assistant referee (VAR), apakah itu menjadi pemicu terjadinya kericuhan selain dari kekalahan tim Persipura Jayapura,” kata Frits.

Hingga Sabtu malam, aparat keamanan masih disiagakan di sekitar Stadion Lukas Enembe guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan susulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.