TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta berambisi mengakhiri tren negatifnya di Super League 2025/2026.
Tercatat, dalam delapan laga terakhir, Laskar Mataram tak sekalipun menorehkan kemenangan.
Tren negatif itupun coba diakhiri saat PSIM Yogyakarta menjamu Malut United pada lanjutan Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026) malam ini.
PSIM Yogyakarta pun membawa modal positif jelang laga ini.
Pada pertemuan pertama musim ini, Laskar Mataram sukses mencuri kemenangan 2-0 di kandang lawan lewat gol Nermin Haljeta dan Savio Sheva.
Saat ini, posisi PSIM Yogyakarta memang sudah dipastikan aman dari degradasi dan bertahan di Super League musim depan.
Namun, di sisi lain catatan minor PSIM Yogyakarta dalam delapan laga terakhir tak bisa dipungkiri juga menjadi sorotan.
Meski posisi PSIM Yogyakarta sudah aman dari ancaman degradasi, pelatih Jean-Paul Van Gastel menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan permainan.
Ia menilai duel nanti kemungkinan masih akan berjalan mirip seperti pertemuan pertama.
“Laga terakhir itu hampir sembilan bulan yang lalu. Jadi saya rasa kedua tim tidak banyak berubah, sehingga pertandingannya bisa jadi serupa,” kata Van Gastel saat konferensi pers, Sabtu (9/5/2026) siang.
Pelatih asal Belanda itu meminta pemain PSIM Yogyakarta untuk kembali mendominasi penguasaan bola.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Punya Modal Bagus Lawan Malut United, Optimistis Akhiri Puasa Kemenangan
Namun, ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tetap waspada terhadap kualitas individu lawan yang bisa mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen.
“Saya pikir kami akan memiliki banyak penguasaan bola lagi. Dan seperti yang kita tahu, mereka memiliki pemain-pemain individu yang bagus yang bisa menentukan permainan dalam satu aksi saja. Jadi kami harus berhati-hati dalam transisi,” ujarnya.
Van Gastel juga memastikan tidak akan melakukan eksperimen meski posisi tim sudah dipastikan aman dari degradasi.
Menurutnya, seluruh pemain sepakat mempertahankan gaya bermain yang selama ini diterapkan.
“Kami akan tetap bermain dengan cara yang sama seperti beberapa minggu terakhir. Saya sudah berdiskusi dengan para pemain apakah ada yang perlu diubah, baik dari line-up atau cara bermain, dan semuanya setuju dengan cara kami bekerja sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, pemain PSIM Yogyakarta , Raka Cahyana, optimistis timnya mampu bangkit di laga kandang nanti.
Ia menyebut kemenangan pada pertemuan pertama menjadi bekal penting untuk menghadapi pertandingan besok.
“Menurut saya itu menjadi bekal yang cukup untuk pertandingan besok. Semua pemain sudah dalam kondisi yang cukup siap dan siap menjalankan instruksi dari pelatih,” kata Raka.
Raka juga berharap dukungan penuh dari suporter bisa menjadi tambahan motivasi bagi tim untuk kembali meraih kemenangan.
“Kami berharap dukungan dari suporter untuk bisa memenuhi SSA besok supaya menambah semangat, dan supaya besok bisa memberikan kemenangan untuk suporter,” tuturnya.
PSIM Yogyakarta tercatat menorehkan hasil kurang memuaskan di delapan laga terakhir yang dilakoni di Super League 2025/2026.
Terakhir kali Laskar Mataram merasakan kemenangan yakni pada 27 Februari 2026 lalu, saat menaklukkan PSBS Biak 4-2.
Setelahnya, PSIM Yogyakarta tak sekalipun meraih kemenangan.
Berikut catatannya:
( tribunjogja.com/ mur )