TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sudah beberapa pekan kelangkaan minyak goreng subsidi MinyaKita di Pekanbaru, tak kunjung bisa diatasi pemerintah.
Buktinya, hingga hari ini masyarakat masih sulit mendapatkannya. Meski ada, harganya di atas HET (harga eceran tertinggi Rp 15.700 per liter) hingga Rp 21 ribu per liter.
Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Davit Marihot Silaban MSi menilai, kinerja pemerintah tidak serius dalam mengatasi kelangkaan MinyaKita ini.
Bahkan karena masih langka, banyak kalangan tidak percaya dengan kondisi sekarang.
"Memang Disperindag sudah beberapa kali bergerak ke lapangan. Tapi hasilnya nggak ada. Itu yang kita pertanyakan, apa hasilnya. Kok masih langka," sebut Davit Marihot kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (10/5/2026).
Politisi PDI P ini justru mempertanyakan kinerja Disperindag Pekanbaru, dan Tim Satgas yang sudah dibentuk.
Baca juga: Satgas Pangan Polda Riau Telusuri Minyakita Dijual di Atas HET, Penyeleweng Bakal Ditindak
Baca juga: Harga Minyakita Dijual di Atas HET, Polisi Intensifkan Pemantauan dan Pengawasan di Lapangan
Karena masalah seperti ini sudah sering terjadi di Kota Pekanbaru. Namun solusinya tetap saja hanya teori di atas kertas, dan PHP kepada masyarakat saja.
Tidak mungkin strategi pemerintah, bisa kalah dengan oknum pemain. Sehingga tidak mampu menornalkan keadaan seperti semula.
"Kita minta Tim Satgas yang telah dibentuk Disperindag, serius menelusuri penyebab kelangkaan MinyaKita. Pekan ini kita harapkan sudah bisa normal," pintanya.
Kondisi masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan MinyaKita sesuai HET sekarang, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut
“Minyak goreng ini kebutuhan dasar sekarang, hampir setiap rumah pasti menggunakannya. Kalau bermasalah, maka pengaruhnya juga banyak," sebutnya.
(Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).