TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Isu virus flu burung yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan belum berdampak terhadap kesehatan manusia.
Hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan virus dari unggas ke manusia di Kaltara.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman mengungkapkan surat imbauan yang sebelumnya beredar sebenarnya hanya ditujukan secara internal kepada fasilitas kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kejadian luar biasa (KLB).
"Memang ada namanya antisipasi supaya jangan sampai terjadi. Makanya kita berikan imbauan agar waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Ia mengatakan, virus yang ditemukan sejauh ini hanya menyerang unggas dan belum menunjukkan adanya penularan kepada manusia.
Usman menjelaskan, apabila virus tersebut menular ke manusia, dampaknya dipastikan akan lebih luas karena penyebaran virus umumnya berlangsung cepat.
Ia memastikan, tidak ada kebijakan karantina maupun pembatasan aktivitas masyarakat karena kasus tersebut masih berada pada penanganan sektor peternakan.
Baca juga: Medik Veteriner Tarakan Beri Penjelasan Perbedaan Penularan Flu Burung dan Newcastle Disease
Menurutnya, pengawasan dan evaluasi terhadap penyakit pada unggas dilakukan oleh Dinas Peternakan.
"Kalau di jajaran kesehatan tidak berdampak kepada manusia. Penanganannya lebih ke Dinas Peternakan," ucapnya.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap memperhatikan kebersihan dan cara pengolahan makanan, khususnya daging ayam atau unggas, sebelum dikonsumsi.
Usman mengimbau warga memastikan bahan makanan dimasak dengan baik dan benar agar aman dikonsumsi.
"Kalau dimasak secara baik dan benar, itu aman. Virus umumnya peka terhadap panas dan sinar matahari," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu