Persija Takluk dari Persib, Fabio Calonego Masih Tak Habis Pikir soal Pemindahan Venue Pertandingan
Feryanto Hadi May 11, 2026 12:35 AM

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsavarov, usai timnya kalah 1-2 dari Persib Bandung dalam laga panas Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Mauricio menilai sejumlah keputusan wasit merugikan Macan Kemayoran sepanjang pertandingan.

Mauricio secara khusus menyoroti beberapa insiden yang menurutnya layak mendapat perhatian serius dari wasit termasuk pelanggaran terhadap Rayhan Hannan dan Allano Lima yang dinilai tidak mendapatkan keputusan adil.

“Saya tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Insiden Hannan diinjak seharusnya langsung kartu merah, tidak perlu VAR. VAR hanya digunakan untuk meninjau situasi tersebut,” kata Mauricio usai pertandingan.

Pelatih asal Brasil itu juga mempertanyakan konsistensi keputusan wasit yang menurutnya kerap merugikan Persija.

Ia menilai terdapat pelanggaran terhadap Allano Lima di area kotak penalti yang tidak ditindak.

Baca juga: Persija Takluk 1-2 dari Persib, Mauricio Souza Tetap Sebut Persija Bermain Lebih Baik

“Sudah berapa kali kami terus dirugikan dalam pertandingan? Alano juga ditarik di area kotak penalti dan diinjak lawan, tetapi tidak terjadi apa-apa. Kita harus melihat bagaimana Persija dirugikan dalam pertandingan ini,” ujarnya.

Mauricio bahkan membandingkan jumlah kartu yang diterima kedua tim.

Menurutnya, Persija mendapat hukuman kartu kuning, sementara sejumlah pelanggaran pemain Persib luput dari sanksi tegas.

“Persija mendapat kartu kuning, sementara Persib tidak. Kalau pelanggaran itu menghasilkan tendangan bebas dan bukan kartu merah, saya jadi tidak mengerti sepak bola lagi,” ujar Allano.

Selain wasit, Mauricio turut mengkritik kualitas lapangan pertandingan yang dinilai tidak ideal untuk gaya bermain Persija yang mengandalkan penguasaan bola.

“Namun, kami juga harus melihat kondisi lapangan yang tidak bagus untuk bermain. Kami datang ke lapangan dengan kondisi yang tidak ideal. Kesalahan dari pelatih dan pemain selalu disorot, padahal ketika kami dirugikan, tidak ada peringatan. Meski begitu, kami tetap harus bisa mengontrol emosi,” terangnya.

Sementara itu, pemain Persija, Fabio Calonego, memilih lebih berhati-hati saat menanggapi kepemimpinan wasit.

Fabio mengaku enggan berbicara banyak karena khawatir mendapat sanksi.

“Kalau saya bicara soal wasit, mungkin saya akan mendapat hukuman panjang, jadi saya tidak ingin membahas wasit,” ujar Fabio.

Meski demikian, Fabio turut mempertanyakan lokasi pertandingan dan kondisi lapangan yang menurutnya kurang layak untuk menggelar laga besar seperti duel Persija kontra Persib.

“Seperti yang dikatakan coach, saya hanya heran kenapa pertandingan diadakan di sini. Kalau tidak bisa di Jakarta, masih ada banyak lapangan lain di Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Fabio juga menyinggung karakter permainan kedua tim.

 Menurutnya, Persija mengandalkan permainan dari kaki ke kaki, sedangkan Persib lebih banyak bermain direct ball, sehingga kualitas lapangan sangat memengaruhi jalannya laga.

“Semua orang tahu cara bermain tim kami, dari kaki ke kaki, sementara Persib lebih banyak bermain direct ball. Kalau saya mengatakan semua yang sebenarnya ingin saya katakan, mungkin saya akan mendapat hukuman lama,” pungkas Fabio.

Jalannya pertandingan

ersib Bandung keluar sebagai pemenang dalam duel sarat gengsi kontra Persija Jakarta pada pekan ke-32 Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026) sore WIB.

Bermain di Stadion Segiri, Samarinda, Persib sukses mencuri kemenangan penting dengan skor 2-1 atas Persija.

Pertandingan yang kerap dijuluki El Clasico Indonesia tersebut berlangsung sengit dengan kedua tim sama-sama tampil agresif demi mengamankan poin penuh.

Persija sejatinya mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi individu gemilang Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19.

Penyerang asal Maroko itu memperlihatkan kualitasnya setelah menusuk lini pertahanan Persib sebelum melepaskan penyelesaian akurat yang gagal dihentikan kiper lawan.

Namun keunggulan Persija tidak bertahan lama. Persib berhasil bangkit dan membalikkan keadaan berkat penampilan impresif Adam Alis yang menjadi bintang kemenangan Maung Bandung pada pertandingan kali ini.

Gelandang berusia 32 tahun tersebut mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-28 dan 37.

Baca juga: PSSI Respon Protes The Jakmania terhadap Ucapan Marc Klok: Surat Balasan Terbit Esok Hari

Gol pertama lahir melalui penyelesaian tenang di dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Persija.

Sementara gol keduanya tercipta lewat skema serangan cepat yang membuat pertahanan Macan Kemayoran kewalahan mengantisipasi pergerakan pemain Persib.

 Brace Adam Alis memastikan Persib menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 yang mampu dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membuat Persib semakin kokoh di papan atas klasemen dengan koleksi 75 poin dari 32 pertandingan.

Sementara Persija tertahan di posisi ketiga dengan 65 poin dan dipastikan gagal bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini.

Susunan Pemain Persija vs Persib

Persija:

Carlos Eduardo (PG); Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Donny Tri Pamungkas, Bruno Tubarao, Rayhan Hannan, Fabio Calonego, Van Basty Sousa, Allano de Souza, Alaaeddine Ajaraie, Eksel Runtukahu. 

Persib: 

Teja Paku Alam (PG); Patricio Matricardi, Federico Barba, Frans Putros, Kakang Rudianto, Luciano Guaycochea, Adam Alis, Thom Haye, Berguinho, Uilliam Barros, Patrick Jung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.