Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, HIROSHIMA - PPI Hiroshima bersama PPI Okayama kembali melaksanakan program sosial “Beasiswa Bidik Anak Negeri”, sebuah inisiatif unik yang menggabungkan pendidikan, pertanian, dan kolaborasi Indonesia–Jepang melalui kegiatan penanaman jagung di Jepang.
"Program tersebut lahir dari keresahan mahasiswa Indonesia di Hiroshima yang melihat masih banyak pelajar di Indonesia memiliki semangat belajar tinggi, tetapi terkendala masalah ekonomi." ungkap Reza Abdullah, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima khusus kepada Tribunnews.com Sabtu (9/5/2026)..
Awalnya, ide tersebut muncul dari diskusi sederhana antar mahasiswa diaspora Indonesia di Hiroshima mengenai bagaimana memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia meskipun berada di luar negeri. Dari diskusi itu lahir gagasan untuk membangun program sosial yang tidak hanya berbasis donasi sesaat, tetapi memiliki unsur keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam perkembangannya, para mahasiswa kemudian menjalin kolaborasi dengan petani lokal Jepang, yakni Wakai Farm melalui kegiatan pertanian seperti penanaman jagung. Hasil penjualan panen selanjutnya dialokasikan untuk mendukung program beasiswa bagi pelajar di Indonesia.
“Program ini akhirnya menjadi kombinasi antara kegiatan sosial, pendidikan, pertanian, dan kolaborasi budaya Indonesia–Jepang,” ujarnya lagi.
Baca juga: Sejarah dan Urutan Kronologis Jepang Atas Kepemilikan Resmi Kepulauan Senkaku
Program Beasiswa Bidik Anak Negeri sendiri telah dilaksanakan sebanyak empat kali. Pada pelaksanaan tahun ini, cakupan program semakin berkembang melalui kolaborasi bersama PPI Okayama.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk memperluas dampak sosial program sekaligus mempererat hubungan antardiaspora Indonesia di Jepang.
Selain membantu pendidikan pelajar Indonesia, program ini juga memiliki tujuan lebih luas, yakni memperkuat hubungan Indonesia–Jepang, mengajak diaspora Indonesia aktif dalam kegiatan sosial produktif, memperkenalkan nilai gotong royong kepada masyarakat internasional, serta membangun model beasiswa berkelanjutan berbasis komunitas dan pertanian.
Seiring waktu, program berkembang dari sekadar donasi internal menjadi kegiatan sosial yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani lokal Jepang, mahasiswa Indonesia lintas daerah, hingga kolaborasi antarkomunitas diaspora.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari persiapan dan koordinasi beberapa bulan sebelumnya, dilanjutkan kegiatan penanaman jagung bersama diaspora Indonesia dan relawan, perawatan tanaman bersama pihak farm, hingga penjualan hasil panen untuk mendukung beasiswa.
Tahun ini, program menargetkan pembelian sekitar 1.600 jagung hasil panen sebagai bagian dari penggalangan dana pendidikan.
Bagi para peserta, nilai terpenting dari program ini bukan hanya hasil beasiswanya, tetapi semangat kolaborasi dan kepedulian sosial yang terbangun.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, bahkan dimulai dari hal sederhana seperti menanam jagung bersama,” lanjutnya.
Ke depan, program ini diharapkan berkembang menjadi model beasiswa berkelanjutan berbasis community empowerment dan kolaborasi internasional. Penyelenggara berharap penerima manfaat semakin luas, semakin banyak diaspora Indonesia terlibat, serta kerja sama dengan komunitas Jepang semakin kuat.
Program tersebut juga diharapkan dapat direplikasi di daerah maupun negara lain sebagai bentuk kontribusi diaspora Indonesia bagi dunia pendidikan dan kemanusiaan.
Menurut penyelenggara, program dengan konsep kolaborasi pertanian bersama petani lokal Jepang yang hasilnya diarahkan untuk beasiswa pelajar Indonesia masih tergolong jarang dilakukan di lingkungan PPI di Jepang.
Baca juga: Intip Peluang Studi hingga Beasiswa Kuliah di Inggris hingga Irlandia di Pameran Pendidikan
Karena itu, program Beasiswa Bidik Anak Negeri dinilai menjadi salah satu inisiatif sosial diaspora Indonesia yang cukup unik di Jepang, sekaligus menjadi jembatan persahabatan Indonesia–Jepang melalui pendidikan dan semangat gotong royong.
Kerjasama PPI Hiroshima kini dilakukan dengan PPI Okayama.
“Kami berharap melalui program ini kita semua dapat membantu pelajar yang potensial namun mengalami keterbatasan, sehingga turut berpartisipasi dalam mewujudkan Indonesia emas 2045,” ungkap Metamslik Pasala, Ketua PPI Okayama khusus kepada Tribunnews.com.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com