Adam Alis: Laga Emosional Lawan Persija Berhasil, Tinggal Tatap 2 Laga Lagi
ferri amiril May 11, 2026 07:04 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Anak Jakarta yang memperkuat Persib Bandung kubur peluang Persija Jakarta untuk bisa bersaing dalam perebutan gelar juara, pada Super League Indoensia 2024/2025.

Hal tersebut lantaran Persib yang kokoh di puncak klasemen sementara memiliki poin 75, sedangkan Persija Jakarta berada di posisi ketiga, hanya memiliki poin 65. Sehingga terpaut 10 poin, sedangkan sisa laga hanya dua pertandingan lagi.

Jadi untuk mengejar gelar juara, kini Persib hanya bersaing dengan Borneo FC yang memilki poin 72, tapi memilki tiga sisa laga.

Di laga yang mempertaruhkan harga diri antara Persib dan Persija ini,  Adam Alis tampil spartan hingga mencetak dua gol.

Dalam laga yang disebut Pelatih Persib, Bojan Hodak merupakan pertandingan terbesar di Asia Tenggara. Tim Maung Bandung hanya memberi kebahagiaan sesaat kepada tim Macan Kemayoran karena mencetak gol lebih dulu.

Setelah itu Persib mampu membalikan keadaan melalui dua gol yang dicetak oleh mantan pemain Persija yang lahir di Jakarta, Adam Alis. Hingga akhirnya tim Maung Bandung membungkam Macan Kemayoran dengan skor 1-2.

Pencetak brace untuk Persib Bandung, Adam Alis, mengaku, pertandingan menghadapi Persija, cukup berat.

"Di babak pertama kami sangat kelelahan juga dan  sempat tertinggal 1-0. Akhirnya saya mampu membalikkan kedudukan, yang terpenting kami dapat tiga poin dan fokus ke dua laga berikutnya, untuk menjadi juara," ujar Adam Alis, setelah laga.

Saat disinggung, selalu mencetak gol di Stadion Segiri karena saat imbang 1-1 dengan Borneo, Adam Alis juga yang mencetak gol untuk Persib, ia mengaku, tak ada motivasi lebih di Stadion Segiri.

"Mungkin memang saya cocok untuk bermain di sini. Tidak penting siapa yang cetak gol, saya atau siapapun, yang penting untuk tim tiga poin itu saja," kata pemilik nomor 18 di tim Maung Bandung ini.

Sempat ada ketegangan antar pemain, Adam Alis mengatakan, mungkin karena derby.

"Emosional mungkin lebih, di mana pun derby, apa pun pasti ada emosional. Ya wajar sih menurut saya," ucapnya.

Sedangkan pemain Persija, Fabio Calonego, mengaku,  setuju dengan apa yang dikatakan pelatih Mauricio Souza, di lapangan secara permainan timnya lebih baik.

"Namun, itulah sepak bola, tim yang bermain lebih baik tidak selalu memenangkan pertandingan. Kami punya banyak peluang untuk cetak gol, tapi tidak mampu memanfaatkannya dengan baik," kata Fabio.

Fabio mengatakan, itu yang menjadi kekurangan timnya di laga derby menghadapi Persib.

"Tidak perlu banyak kata-kata, angkat kepala, lihat ke depan, dan kerja keras untuk dua pertandingan terakhir," ucapnya.

Ketika ditanya terkait kinerja wasit yang memimpin, Fabio mengaku, jika dirinya mengomentari kinerja wasit, pasti akan dihukum dalam waktu lama.

"Jadi saya tidak akan bicara tentang wasit. Saya cuma ingin paham kenapa mereka bawa pertandingan ini ke sini (Samarinda). Jika tidak bisa di Jakarta, mungkin ada lapangan di tempat lain, di Indonesia yang lapangannya lebih baik," kata dia.

Fabio menjelaskan, semua tahu timnya, Persija main dari kaki ke kaki sedangkan Persib bermain direct ball.

"Tetapi kami dikasih lapangan jelek seperti ini. Kalau saya sebagai pemain harus mengatakan apa yang ingin saya katakan, pasti saya akan dihukum berat," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.