SURYA.CO.ID - Pemerintah Iran akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai kesehatan Pemimpin Tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei sempat menjadi sasaran dalam serangan udara gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Meskipun ayahnya, Ali Khamenei, tewas di awal konflik tersebut, Mojtaba Khamenei dinyatakan selamat namun mengalami sejumlah luka.
"Mojtaba terluka dalam serangan itu tetapi kesehatannya baik," ungkap pejabat tersebut melalui video resmi.
Mazaher Hosseini, koordinator pemerintah, menjelaskan lebih rinci mengenai bagian tubuh yang terluka:
1 Lutut dan Punggung: Terdapat luka pada tempurung lutut dan masalah di bagian punggung.
2. Telinga: Ada luka kecil di belakang telinga yang sudah diobati. Luka ini tidak terlihat saat ia memakai sorban.
Sayangnya, serangan tersebut juga menewaskan istri Mojtaba Khamenei dan beberapa anggota keluarga besar lainnya.
Meski begitu, Hosseini menyatakan bahwa proses penyembuhan Mojtaba Khamenei berlangsung dengan cepat.
Meski Iran terlihat optimis, pihak Amerika Serikat (Washington) memiliki pandangan yang berbeda.
Pejabat AS menyebut luka yang dialami Mojtaba sebenarnya sangat parah.
Hal ini memicu keraguan apakah ia masih mampu memimpin pemerintahan secara penuh.
Kecurigaan ini diperkuat karena Mojtaba tidak pernah muncul di depan umum sejak 28 Februari.
Namun, pihak Iran membela diri dengan alasan:
1. Keamanan: Ia sengaja tidak muncul demi alasan keselamatan yang ketat.
2. Tetap Bekerja: Iran menegaskan Mojtaba tetap mengurus urusan negara di balik layar.
Baca juga: Kondisi Selat Hormuz: Trump Kirim Proposal Damai, Tapi Perang AS-Iran Masih Membara
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat mengaku bertemu langsung dengan Mojtaba. Ia memuji kekuatan mental dan cara berpikir pemimpin tersebut.
"Yang paling mengesankan bagi saya dalam pertemuan ini adalah visi serta pendekatan yang rendah hati dan tulus dari Pemimpin Tertinggi," ujar Pezeshkian sebagaimana dikutip dari AFP.