Renungan Harian Katolik
Senin 11 Mei 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
MURID TUHAN TAK KENDOR MEMBERI KESAKSIAN
(Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2.3-4.5-6a.9b; Yoh. 15:26 - 17:4a)
"Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." (Yoh. 15:27)
Allah bertanggung jawab penuh dalam pemberian kesaksian tentang Putra-Nya sebagai Juru Selamat umat manusia. Realisasi tanggup jawab Allah Bapa adalah mengutus Roh Penghibur yaitu Roh Kebenaran untuk bersaksi tentang Yesus.
Selain tanggung jawab Bapa-Nya, Yesus pun menugaskan para murid untuk bersaksi tentang Diri-Nya sebab mereka adalah orang-orang pilihan yang sejak semula ada bersama Yesus. Mereka adalah saksi kunci di dunia tentang Yesus dalam karya-Nya dan ajaran suci-Nya. Tugas ini berat karena berhadapan dengan kuasa kegelapan dunia.
Setan tidak tinggal diam, kejahatan terus digaungkan dan banyak manusia terjebak dalam strategi licik iblis untuk membinasakan.
Penganiayaan terus terjadi bahkan upaya menyingkirkan kerajaan kasih tak pernah surut. Hati nurani orang-orang yang dikuasai iblis dikunci untuk melihat kebaikan sebagai berkat yang perlu disyukuri.
Kejahatan yang seharunya dihindari justru dipandang ssbagai bakti kepada Allah. Yesus menegaskan tentang kejahatan para pengikut iblis demikian, "Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu menyangka bahwa ia berbuat bakti kepada Allah." (Yoh. 16:2).
Gambaran hati nurani buta: Allah mengizinkan pembunuhan sebagai bakti kepada-Nya. Inilah realita kegelaman dunia di mana kejahatan dianggap sebagai berkat dari Allah.
Di tengah badai penganiayaan yang dahsyat para murid terus gas dan tak mundur dari karya kerasulan. Bahkan Roh Kudus, Roh Kebenaran Allah utus untuk menemani, mendampingi dan menguatkan agar murid-murid Tuhan tidak kendor dalam misi keselamatan ini.
Paulus yang semula terjebak strategi iblis, oleh kuasa ilahi Yesus yang bangkit, ia ditarik menjadi alat istimewa untuk tugas kerasulan yang maha berat ini. Kota Filipi mencatat kesuksesan Paulus dalam tugas kerasulannya.
Setelah Lidia membuka hati terhadap Tuhan Yesus, ia bersama seisi rumahnya memberi diri dibaptis, iman terus bertumbuh dan berkembang di kota itu.
Iman dan baptisan Lidia sekeluarga membuka Gereja di Filipi dan selanjutnya mereka mendapat surat istinewa dari Paulua sebagai umat Filipi. Mereka tetap teguh dan setia mengagungkan Allah dalam nama Yesus Sang Mesias.
Pemazmur menanggapi dalam madah pujiannya, "Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah." (Mzm. 149:5-6a.9b).
Tugas murid mewartakan, Tuhan sendirilah yang membuka hati dan mengubah hidup. Kendatipun pencobaan berat menimpa sebagai pewarta keselamatan, Roh Penghibur, Roh kebenaran mendampingi dan menguatkan agar tidak kendor memberi kesaksian demi pembangunan Kerajaan Allah. Berkat pengajaran Roh Kebenaran kita hidup dalam persekutuan dengan Putra Allah dan diperteguh hidup setia berbuat baik dan benar.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan VI Paskah/A/II, 110526)