Gegara Ucapan Utang, Wanita di Majene Habisi Nyawa Kerabat Pakai Batu Ulekan
Abd Rahman May 11, 2026 12:08 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Polisi mengungkap motif di balik kasus penganiayaan yang menewaskan seorang wanita lanjut usia berinisial NR (65) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pelaku berinisial MTH (39) nekat menghabisi nyawa korban yang masih memiliki hubungan kerabat dengannya karena tersinggung dengan ucapan korban.

Kasatreskrim Polres Majene, AKP Fredy mengungkapkan, pelaku sempat membakar kamar korban setelah melakukan penganiayaan untuk menghilangkan jejak.

“Motifnya karena pelaku tersinggung, korban mengatakan pelaku selalu datang berutang,” ujar AKP Fredy saat konferensi pers, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Kemenkum Sulbar Minta Perkuat Kerjasama dan Kolabarosai Tim

Baca juga: Sakit Hati Disebut Sering Berutang, Wanita di Majene Habisi Nyawa Kerabat dan Bakar Kamar Korban

Kasus ini awalnya terungkap setelah polisi menerima laporan kebakaran rumah milik korban.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam rumah.

Namun polisi menemukan adanya luka akibat benda tumpul di bagian kepala korban sehingga memunculkan kecurigaan.

Dari hasil penyelidikan, korban diketahui lebih dulu dianiaya hingga meninggal dunia sebelum rumahnya dibakar.

ScreenshotPolisi ungkap motif wanita inisial MTH (39) di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) nekat aniaya kerabatnya hingga tewas inisial NR (65), Senin (11/5/2026). Pelaku sempat membakar kamar korban, lalu meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci.
ScreenshotPolisi ungkap motif wanita inisial MTH (39) di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) nekat aniaya kerabatnya hingga tewas inisial NR (65), Senin (11/5/2026). Pelaku sempat membakar kamar korban, lalu meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci. (Istimewa/istimewa)

AKP Fredy menjelaskan, pada hari kejadian pelaku datang ke rumah korban untuk mengklarifikasi persoalan pinjaman uang.

Pelaku juga meminta korban agar tidak menceritakan kepada orang lain jika dirinya datang untuk meminjam uang.

Percakapan keduanya berlangsung di ruang tamu hingga situasi memanas.

“Korban berbicara dengan suara keras, mengatakan pelaku selalu datang mau berutang padahal mereka tidak saling kenal dekat,” jelasnya.

Ucapan itu membuat pelaku emosi lalu menuju dapur dan mengambil batu ulekan.

Pelaku kemudian memukul kepala korban berulang kali hingga korban terjatuh.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan, namun pelaku kembali menghantam kepala korban sampai meninggal dunia.

Setelah korban tewas, pelaku panik dan berusaha menghilangkan jejak dengan membakar tisu dan pakaian daster di dalam kamar korban.

“Pelaku lalu meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci dan membuang kunci rumah ke semak-semak,” lanjut AKP Fredy.

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil menangkap pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan antara lain batu ulekan, jam tangan, sepeda motor, telepon genggam, serta pakaian warna hitam milik pelaku.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.