Kronologi Pencuri Mangga Tewas usai Terjatuh dari Pohon, Keluarga Pelaku Malah Geruduk Rumah Korban
Candra Isriadhi May 11, 2026 12:11 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nasib nahas dialami seorang pria berinisial Ri (35) di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Pria tersebut meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon mangga saat diduga hendak melakukan aksi pencurian.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/5/2026) dini hari di kawasan permukiman warga.

PENCURI MANGGA MENINGGAL - Olah TKP seorang pria berinisial Ri (35) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon mangga karena terpergok mencuri.
PENCURI MANGGA MENINGGAL - Olah TKP seorang pria berinisial Ri (35) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon mangga karena terpergok mencuri. (Dok./Tribun Kaltim)

Saat itu, Ri diketahui datang bersama rekannya berinisial MR untuk mengambil mangga yang tumbuh di pekarangan rumah warga.

Menurut keterangan polisi, aksi tersebut dilakukan saat kondisi lingkungan sedang sepi.

Ri bertugas memanjat pohon mangga, sementara MR menunggu di atas sepeda motor untuk berjaga.

Baca juga: Awal Mula Pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid di Lampung, Padahal Niatnya Pengembangan Masjid

Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus, menjelaskan bahwa Ri naik ke atas pohon guna memetik buah mangga, sedangkan rekannya tetap berada di bawah.

Namun situasi berubah ketika pemilik rumah berinisial AH mendengar suara mencurigakan dari luar rumahnya.

AH kemudian keluar untuk memeriksa sumber suara tersebut.

Saat itulah AH mendapati seorang pria berada di atas pohon mangganya.

Menyadari ada dugaan pencurian, AH langsung berteriak meminta pertolongan warga.

TERBARING KOMA - Seorang pria berinisial R (35) terbaring koma di rumah sakit setelah mengalami trauma berat di bagian kepala akibat terjatuh dari pohon mangga, Senin (5/5/2026) subuh. (Dok./HO POLRES BONTANG)

Teriakan tersebut membuat suasana mendadak panik. MR yang berada di atas sepeda motor langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Ri diduga panik setelah warga mulai berdatangan. Ia kemudian nekat melompat dari atas pohon mangga.

Nahas, tubuh Ri jatuh dengan posisi kepala lebih dulu hingga menghantam pagar beton di sekitar lokasi kejadian.

Benturan keras itu menyebabkan korban mengalami luka serius.

Warga yang berada di lokasi sempat memberikan pertolongan, namun nyawa Ri tidak dapat diselamatkan.

Polisi pun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Baca juga: Kronologi Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung, Awalnya Mendahului Rekan Jauh di Belakang

“Warga awalnya fokus mengejar temannya yang kabur. Setelah kembali baru mengetahui ada orang tergeletak,” ujar Markus. 

Warga yang menemukan korban tergeletak dekat pagar rumah mengaku tidak berani menyentuhnya dan memanggil petugas keamanan lingkungan serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api.  

Polisi tiba sekitar 10 menit kemudian dan melihat Ri masih memakai masker. 

Korban kemudian dipindahkan ke teras rumah dan dibawa menggunakan mobil pribadi warga ke RS Amalia karena ambulans tak kunjung datang.  

“Warga juga yang bawa ke rumah sakit akhirnya, menggunakan mobil warga,” ujarnya. 
 
Ri meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) setelah sempat dirawat intensif akibat luka berat di kepala.

Keluarga Ri Ngamuk

Lalu puluhan orang yang mengaku keluarga dan kerabat Ri mendatangi rumah pemilik pohon mangga.

Mereka, mengamuk dan merusak fasilitas rumah milik AH, mulai dari pagar hingga jendela.

Bahkan keluarga Ri, menebang paksa pohon mangga tersebut, dengan alasan menuntut tanggung jawab atas kematian kerabatnya.

“Kalau tidak ditakutkan atau dikejar, dia tak mungkin jatuh sampai mati. Kami minta tanggung jawab, kami hancurkan pohon itu supaya tak ada lagi nasib sama ke orang lain,” kata salah satu juru bicara rombongan.

Peristiwa pengrusakan itu, kata Markus, terekam kamera pengawas atau CCTV. 

Markus menyatakan informasi yang diterima keluarga berbeda dengan keterangan saksi di lapangan. 

“Keterangan yang disampaikan kepada keluarga berbeda dengan yang kami dapat dari saksi di lapangan. Saksi tidak melihat adanya pengeroyokan,” ujarnya. 

Saling Lapor

Kapolres Bontang AKBP Widho Ariano lewat KBO Reskrim Ipda Ardiansyah mengatakan pihak AH dan Ri kini saling melapor.

Keluarga Ri melapor atas dugaan penganiayaan, mereka menuduh pemilik rumah menakut-nakuti hingga pelaku terjatuh.

Sementara AH, melapor ke polisi atas  tindak pidana penyerangan, perusakan barang, dan kekerasan.

Di sisi lain, Ardiansyah menegaskan berdasarkan olah TKP tidak ada penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan, AH dan warga kepada Ri.

Ri tewas karena jatuh sendiri dari pohon mangga milik AH.

“Hasil awal penyelidikan dan olah TKP, tidak ada tanda kekerasan dari pihak pemilik rumah. Korban jatuh karena panik sendiri saat ketahuan sedang mencuri. Tapi kami tetap proses aduan kedua belah pihak, kumpulkan bukti lengkap, rekaman CCTV, keterangan saksi & hasil otopsi. Kami pastikan hukum berjalan adil, siapa salah tetap diproses, siapa jadi korban juga dilindungi,” tegas Ardiansyah.

(Tribunnewsmaker.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.