Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Pantau Kesehatan Hewan Kurban di Trenggalek
Ndaru Wijayanto May 11, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Momen Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban tinggal dua pekan.

Dinas Peternakan Trenggalek rutin melakukan pengecekan ke pasar hewan hingga peternak.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sekaligus memastikan hewan yang dijual untuk kurban benar-benar sehat.

Baca juga: PMK Masih Ditemukan, Pemkab Tuban Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani bersama tim melakukan pengecekan di Pasar Hewan Kelurahan Tamanan.

Pihaknya rutin untuk melakukan pengawasan kesehatan terhadap sapi dan kambing. Dari sampling acak, tidak ditemukan adanya penyakit di hewan.

"Alhamdulillah di sini tidak ada yang sakit yang dijual oleh para pedagang. Yang dijual Ini dari Trenggalek semua. Dari Pule, Tugu, Dongko, hingga Kecamatan Pogalan," ujar Ririn Hari Setiani, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Permintaan Naik Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Malang Tembus Rp2,3 Juta per Ekor

 

Ririn menerangkan pengecekan secara kasat mata, secara fisik semua hewan terlihat sehat. 

Sedangkan untuk pantauan selain di pasar, Dinas Peternakan Trenggalek melakukan saat vaksinasi door to door di banyak pedagang-pedagang kambing, domba, serta sapi.

"Peternak selalu dia datang, mengkarantina apabila ada gejala sakit dari hewan. Dan memanggil kita untuk vaksinasi juga," ulasnya.

Disinggung untuk dosis vaksin, perempuan berkacamata ini menerangkan saat ini sudah 100 persen untuk tahap 2 vaksinasi.

"Sudah lebih dari 50 persen mungkin awal Juni sudah selesai. Ada 24 ribu dosis vaksin," bebernya.

Harga Hewan Kurban

Ririn mengaku per hari ini harga kambing menurut pedagang saya sudah mengalami kenaikan. Harga mulai bagus seperti tahun-tahun kemarin.

Harga kambing saat ini sekitar 3 sampai 5 juta rupiah. Lalu, untuk sapi memang mahal karena kondisi di lapangan, saat ini populasi sapi juga sangat menurun.  

"Kalau sapi kenaikannya hampir 30 persen lebih ya. Lebih mahal dari tahun kemarin," akuinya.

Sementara, Pedagang Kambing, Misriyanto (60) menerangkan sampai hari ini sudah terjual 5 ekor kambing. Sedangkan stok kambing di rumah ada sebanyak 10 ekor.

"Alhamdulillah sudah terjual 5 ekor. Nanti permintaan tinggi sampai menjelang hari raya," kata Misriyanto.

Pria asal Desa Jombok, Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek ini mengaku keliling ke pasar-pasar yang ada di Trenggalek setiap hari pasaran.

"Saya di pasar Durenan pernah, Pasar Pule Tanggaran juga pernah. Semua dari Trenggalek ini kambingnya," pungkasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.