POSBELITUNG.CO, TERNATE - Tiga dari 20 pendaki meninggal dunia setelah Gunung Dukono di Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi.
Dua dari tiga pendaki yang tewas adalah warga negara asing (WNA) asal Singapura. Sedangkan satu korban meninggal adalah WNI asal Jayapura.
Jasad WNA asal Singapura Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun material abu vulkanik dan bebatuan besar di sekitar kawah Gunung Dukono, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Erupsi Gunung Dukono: 2 WNA Singapura Hilang, Tim SAR Terkendala Lava Pijar
Penemuan jasad dua korban tersebut setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tiga hari.
Gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik ke udara, pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT.
Gunung api aktif itu, diketahui memang kerap mengalami letusan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan aktivitas vulkanik Dukono mengalami peningkatan sejak 29 Maret 2026.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto memimpin langsung proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
Ia didampingi Danrem 152/Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani.
Kedua korban ditemukan tertimbun material abu vulkanik dan bebatuan di area kawah Gunung Dukono.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan yang berat serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berstatus waspada.
"Kehadiran TNI di sini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan aman, meskipun menghadapi tantangan alam yang ekstrem," tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto dalam keterangannya.
Dalam arahannya di lokasi, Pangdam menekankan seluruh personel gabungan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas hingga relawan, agar tetap waspada terhadap potensi erupsi susulan.
Ia juga meminta koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna mempercepat penanganan korban dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Danrem 152/Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu.
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja keras di lapangan. Tetap semangat dan utamakan keamanan selama proses evakuasi berlangsung," ujarnya.
Saat ini, kedua jenazah sedang dibawa menuju posko evakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Tim gabungan juga masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan kesulitan menjangkau lokasi karena kondisi yang berbahaya.
“Iya 3 meninggal dunia, yaitu 2 warga Singapura dan 1 warga lokal kelahiran Jayapura,” kata Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, dilansir tribratanews.polri.go.id.
Erlichson menjelaskan, para korban terjebak di area Gunung Dukono saat erupsi.
Satu orang pendaki lokal di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi, ditemukan tewas.
Korban berjenis kelamin perempuan atas nama Angel warga Kota Jayapura, Provinsi Papua.
"Korban bernama Angel, warga Jayapura yang sudah lama di Ternate," kata Erlichson Pasaribu, Jumat (8/5/2026).
Imbauan untuk Pendaki dan Warga
Menyusul kejadian tragis tersebut, pemerintah daerah bersama TNI-Polri mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat dan pendaki tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan kawah Gunung Dukono.
Larangan tersebut dikeluarkan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih fluktuatif dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Sebelumnya, erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) menyebabkan 20 pendaki terjebak.
Sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia, termasuk dua WNA asal Singapura tersebut.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut.
"Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Sherly Laos.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait lainnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maulana Ibrahim, menilai mitigasi dan pengawasan aktivitas pendakian di kawasan gunung api perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat Provinsi Maluku Utara penting dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas pihak dalam upaya mitigasi bencana.
"Kalau ada informasi rombongan mau naik, harusnya bisa dicegah sejak awal, apalagi kalau status gunung sedang rawan. Karena erupsi itu fenomena alam biasa, tapi menjadi bencana ketika ada manusia di lokasi berbahaya," ujarnya.
Daftar Lengkap Nama-Nama Pendaki
17 dari 20 pendaki yang terjebak erupsi Gunung Dukono dilaporkan selamat.
Berikut daftar nama-nama pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026), dilansir Tribun Ternate:
Korban Selamat WNA :
1. Toh Yu Ming Eugene laki-laki 30 tahun warga asal Singapura
2. Ong Shihlin Selene perempuan 37 tahun warga asal Singapura
3. Phoebe Lim perempuan 33 tahun warga asal Singapura
4. Loh Hui En Iris perempuan 31 tahun warga asal Singapura
5. Tan Jia Yi Geraldine perempuan 30 tahun warga asal Singapura
6. Lee Yi Xuan Canessa perempuan 30 tahun warga asal Singapura
7. Lim Shan De laki-laki 29 tahun warga asal Singapura
Korban selamat WNI:
1. Bahtiar Dadar laki-laki 24 tahun
2. Yusril laki-laki 23 tahun
3. Sahrul laki-laki 26 tahun
4. Ahmad laki-laki 22 tahun
5. Hairudin laki-laki 26 tahun
6. Fiki Nafila perempuan 27 tahun
7. Riska Isbar perempuan 29 tahun
8. Sudin Juanga laki-laki 48 tahun
9. Reza Selang laki-laki (WNI)
10. Jailan Ayub laki-laki (WNI)
Korban Meninggal
1. Heng Wen Qiang Timothy 30 tahun laki-laki WNA Singapura
2. Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid 27 tahun laki-laki WNA Singapura
3. Angel warga Kota Jayapura, Provinsi Papua.
(Tribun Ternate/Sansul Sardi/Randi Basri) (Tribunnews.com/Suci Bangun DS)