SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap kasus penyekapan terhadap seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Kusnadi Chandra (80), warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (11/5/2026).
Korban diduga disekap oleh Lisa Andriana (31), perempuan asal Jakarta Utara yang berdomisili di sebuah apartemen wilayah Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Yang mengejutkan, Lisa diketahui merupakan pacar anak korban sendiri, yakni Agus Pranoto.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, korban disekap sejak Oktober 2025 hingga April 2026.
“Berawal dari anak korban berkenalan, kemudian berpacaran dengan tersangka. Tersangka sudah dekat dengan keluarga, termasuk juga dengan korban,” ujar Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Senin (11/5/2026).
Menurut polisi, pelaku awalnya mengajak korban bertemu di suatu tempat. Karena sudah mengenal dekat, korban tidak menaruh curiga.
Namun sesampainya di lokasi, korban justru dibawa ke sebuah ruangan apartemen oleh 2 pria lain.
“Saat itu mereka berdalih salah satu anak korban punya hutang,” jelas Luthfie.
Selama ditawan, korban yang sudah lansia ditempatkan di dalam kamar tanpa telepon genggam, dan terus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
Korban hanya diberi makanan seadanya setiap hari.
Polisi mengungkap, selama penyekapan berlangsung, pelaku diduga menguras harta korban secara bertahap.
“Tersangka sempat meminjam ATM termasuk juga kartu kredit dan menanyakan nomor PIN,” ujar Luthfie.
Akibatnya, tabungan korban senilai sekitar Rp2 miliar habis terkuras.
Tak hanya itu, emas dan perhiasan milik korban dengan berat sekitar 1 kilogram juga dilaporkan hilang dari kamar korban.
Selain Lisa Andriana, polisi juga menangkap seorang perempuan bernama Naily yang diduga membantu menjaga korban selama penyekapan berlangsung.
“Saat ini kami sedang dalami pelaku-pelaku lain, termasuk dua orang yang menyekap dan ada mungkin indikasi pelaku-pelaku lain,” kata Luthfie.
Polisi menduga motif utama kasus tersebut berkaitan dengan masalah ekonomi.
Sementara itu, korban kini telah dipulangkan dan kembali bersama keluarganya.