Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Realisasi investasi di Kota Bandar Lampung sepanjang triwulan I 2026 mencapai Rp 744,6 miliar.
Nilai tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 530,4 miliar dan penanaman modal asing (PMA) Rp 214,2 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung Febriana mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap iklim investasi di ibu kota Provinsi Lampung.
Menurutnya, tingginya realisasi investasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Bandar Lampung masih cukup kuat, baik dari investor domestik maupun asing.
"Pertumbuhan investasi ini menjadi indikator positif bahwa Bandar Lampung masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun asing," ujar Febriana, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, investasi di Bandar Lampung masih didominasi sektor tersier atau jasa dengan kontribusi mencapai 70,39 persen.
Sementara sektor sekunder menyumbang 28,24 persen dan sektor primer hanya 1,37 persen.
Dominasi sektor jasa disebut sejalan dengan karakter Bandar Lampung sebagai kota perdagangan dan jasa yang terus berkembang.
Aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, transportasi, pergudangan hingga perhotelan dinilai menjadi motor utama pertumbuhan investasi daerah.
Berdasarkan data DPMPTSP, subsektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp 159,1 miliar.
Posisi berikutnya ditempati sektor hotel dan restoran Rp 154,8 miliar, jasa lainnya Rp 140,6 miliar, industri kayu Rp 111,1 miliar, serta industri makanan Rp 92,1 miliar.
Febriana menilai tingginya investasi di sektor transportasi dan perhotelan menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas usaha di Bandar Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.
"Ini menandakan geliat usaha di Bandar Lampung terus tumbuh, apalagi kota ini menjadi pintu gerbang Sumatera," ujarnya.
Sementara untuk investasi asing, Singapura menjadi negara dengan kontribusi PMA terbesar dengan nilai mencapai Rp 195,3 miliar.
Disusul India Rp 11,1 miliar, Malaysia Rp 4,7 miliar, Jepang Rp 781 juta, dan Spanyol Rp 581 juta.
Pemkot Bandar Lampung berharap realisasi investasi terus meningkat hingga akhir tahun 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )