MBG Dikritik, Mentan Amran Tegaskan Fokus pada Generasi Mendatang Meski Tak Untungkan Pemerintah
Joanita Ary May 11, 2026 02:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi berbagai kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Di hadapan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, Amran menilai program tersebut justru tidak dirancang untuk kepentingan politik jangka pendek pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat berdialog dengan para mahasiswa dalam sebuah forum diskusi yang membahas arah pembangunan nasional dan ketahanan pangan.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti anggapan sebagian pihak yang menilai program MBG sarat kepentingan politik.

“Tahu nggak, kalau MBG secara politik tidak menguntungkan pemerintah. Kenapa? Anak SD diberi makan, ibu hamil diberi makan, sementara 2029 anak-anak itu baru berusia tiga tahun dan tidak mungkin menjadi pemilih pemilu,” kata Amran.

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis tidak bisa dilihat semata sebagai bantuan sosial biasa. Pemerintah, kata Amran, ingin membangun fondasi kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang melalui perbaikan gizi sejak dini.

Amran menjelaskan, program tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan rantai produksi pangan nasional.

Ia menyebut MBG menjadi pasar besar bagi hasil produksi petani, peternak, hingga pelaku usaha pangan di daerah.

“Jangan lihat dia berdiri sendiri. Dia penggerak ekonomi. Off takernya, perhatikan baik-baik, off takernya 160 juta petani Indonesia,” ujarnya.

Menurut Amran, keberadaan program itu dapat menciptakan kepastian pasar bagi komoditas pertanian dalam negeri.

Dengan kebutuhan pangan dalam jumlah besar setiap hari, produksi petani disebut akan terserap secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi jangka panjang dalam menjalankan program tersebut.

Bahkan, kata Amran, kepala negara tidak hanya memikirkan dampak lima atau sepuluh tahun ke depan.

“Pak Prabowo berpikir sampai 1.000 tahun ke depan,” kata Amran.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Program ini dirancang menyasar anak sekolah, balita, hingga ibu hamil guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.

Meski demikian, pelaksanaan MBG masih menuai kritik dari sejumlah kalangan.

Selain soal kesiapan anggaran negara, sebagian pengamat juga mempertanyakan efektivitas distribusi dan pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Pemerintah sendiri berulang kali menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan makan, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia dan penguatan sektor pangan nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.