WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara Singapura yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (10/5) siang, setelah tiga hari pencarian intensif di area kawah gunung aktif tersebut.
Dua korban diketahui bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).
Keduanya ditemukan di sekitar bibir kawah Gunung Dukono dengan kondisi yang memilukan.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan jasad kedua korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT, atau sekitar 13 meter di arah utara bibir kawah.
Lokasi penemuan berada di area yang sulit dijangkau karena dipenuhi material vulkanik dan bebatuan besar.
“Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ujar Iwan dalam keterangannya.
Tim SAR gabungan sebelumnya menghadapi tantangan berat selama proses pencarian.
Selain medan terjal dan cuaca yang tidak menentu, aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Tim penyelamat juga harus menunggu kondisi relatif aman sebelum mendekati area kawah.
Penemuan dua korban tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak insiden erupsi terjadi.
Setelah berhasil dievakuasi menggunakan bodypack, jenazah Heng dan Shahin langsung dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan autopsi lebih lanjut.
Dengan ditemukannya dua pendaki asal Singapura itu, total korban meninggal dunia akibat insiden erupsi Gunung Dukono yang berhasil ditemukan dan dievakuasi menjadi tiga orang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas pendakian di kawasan gunung api aktif.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan aktivitas erupsi yang terjadi hampir sepanjang tahun dan sebaran abu vulkanik yang kerap berubah mengikuti arah angin.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati zona berbahaya di sekitar kawah demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.