PANGKALPINANG, BABEL NEEWS - Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Udin, menghadiri wisuda santri taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pangkalpinang, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan wisuda yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Mei 2026, di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, itu diikuti 2.189 santri dari berbagai TPA di Pangkalpinang dan dibagi dalam empat sesi pelaksanaan.
Kehadiran Udin pada sesi terakhir disambut antusias para santri, orang tua, serta para ustaz dan ustazah.
Dalam sambutannya, Udin menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga membangun kecerdasan spiritual dan akhlak anak-anak sejak dini.
"Al-Qur’an mengajarkan bahwa kecerdasan bukan hanya soal logika dan cara berpikir, tetapi juga bagaimana seseorang memiliki adab, akhlak, dan spiritualitas yang baik dalam kehidupan sehari-hari," kata Udin.
Ia menyebut para santri yang diwisuda telah melalui proses pembelajaran yang panjang di TPA, mulai dari belajar membaca Al-Qur’an hingga memahami tata krama terhadap orang tua, guru, maupun sesama teman.
"Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, kami mengucapkan terima kasih kepada BKPRMI, para ustaz dan ustazah yang telah sabar membimbing anak-anak hingga bisa menyelesaikan pendidikan TPA dan diwisuda hari ini," tutur Udin.
Pemerintah Kota Pangkalpinang sendiri tengah menyiapkan program lanjutan pendidikan keagamaan bagi pelajar tingkat SMP yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 mendatang.
Program tersebut nantinya akan mendorong para pelajar SMP untuk kembali aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid selepas sekolah, termasuk belajar mengaji dan bahasa Arab.
"Kami ingin masjid kembali ramai dengan aktivitas anak-anak muda. Nantinya, pelajar SMP direncanakan mengikuti kegiatan mengaji dan belajar bahasa Arab mulai menjelang magrib hingga selesai isya," ujar Udin.
Dia berharap program tersebut dapat menjadi langkah memperkuat pembinaan karakter generasi muda sekaligus membangun lingkungan sosial yang religius di Kota Pangkalpinang. (t2)