TRIBUNPRIANGAN.COM - Bulan Zulhijah merupakan bulan ke-11 dan dari 4 bulan haram dalam penanggalan Hijriah, yang menjadi bulan langganan Rasulullah saw. menunaikan ibadah umrah.
Dimana dalamnya terdapat hari-hari besar, termasuk hari raya umat Islam, Idul Adha.
Idul Adha sendiri selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Pasalnya, hari raya kedua dalam Islam ini, berkaitan erat dengan salah satu ibadah, yakni Berkurban.
Selain itu, pada hari-hari tersebut sebagian umat Islam melaksanakan ibadah haji dan juga memperingati hari raya dengan penyembelihan hewan kurban, yang juga berkaitan dengan proses perjalanan ibadah para Jamaah Haji.
Ya, dalam rangkaian ibadah haji, wukuf di Arafah menjadi penentu dan keabsahan ibadah seseorang.
Baca juga: Jadwal Puasa Arafah 2026, Apa Boleh Dikerjakan Meski Masih Ada Utang di Ramadan? Begini Hukumnya
Salah satu fase paling penting dalam rangkaian ibadah haji adalah puncak haji Armuzna, yakni prosesi ibadah yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Tahapan ini menjadi inti pelaksanaan haji sekaligus penentu kesempurnaan ibadah para jemaah.
Armuzna sendiri merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan ibadah haji.
Ketika di Arafah, jemaah menjalani wukuf yang menjadi rukun haji paling utama.
Setelah itu, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah.
Lalu selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah dan mabit selama hari tasyrik.
Mengutip laman kotasemarang.baznas.go.id, puncak haji Armuzna sendiri akan dilaksanakan mulai 8 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Dalam kalender Masehi diperkirakan berlangsung pada 25 Mei hingga 30 Mei 2026.
Dimana pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di lokasi yang sama untuk menjalankan rangkaian ibadah wajib dan sunnah haji.
Baca juga: Jadwal Wukuf di Arafah Lengkap Tanggal Puasa Sunnah dan Doa Bagi yang Tidak Berhaji
Disamping itu, seperti yang diketahui tak hanya puasa Ramadan sebelum masuk Lebaran Idul Fitri, pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah juga terdapat puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah dan puasa Arafah pada 9 Zulhijah, sebelum Idul Adha.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan kedua puasa tersebut, karena begitu besar keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Puasa ini bertepatan dengan berkumpulnya jemaah haji di Padang Arafah, dan hanya dianjurkan bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Lantas, kapan puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 bisa dikerjakan?
Hingga detik ini, belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah, mengenai kapan awal bulan Zulhijah 1447 H akan dimulai.
Pasalnya, ketetapan tersebut akan diambil berdasarkan hasil sidang isbat di penghujung bulan Zulkaidah nanti.
Meski begitu, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Adha 1447 H diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka umat Islam dapat melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026, yang didahului dengan puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga: Kalender Hijriah Bulan Zulkaidah 1447 H, Catat Ini Jadwal Puasa Sunnah Termasuk Arafah dan Tarwiyah
Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah
Tata cara pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, perbedaan utamanya hanya terletak pada niat. Agar ibadah puasa memperoleh keutamaan maksimal, berikut tata cara selengkapnya:
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Masih merujuk pada sumber sebelumnya, berikut bacaan niat puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa tarwiyah sunnah karena Allah."
Adapun niat puasa Arafah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan Lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah."
Keutamaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Keutamaan tersebut antara lain:
1. Lebih Disukai oleh Allah SWT
Puasa pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah termasuk amalan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang memiliki keistimewaan. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, 'Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)'." (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)
2. Menghapus Dosa Setahun Lalu dan Setahun yang Akan Datang
Suatu saat Rasulullah SAW ditanya oleh para sahabatnya tentang puasa hari Arafah. Kemudian, Rasulullah menjawab dengan sangat singkat, tetapi mengandung makna yang sangat mudah dipahami. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa di hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim).
(*)